Wamenaker tegaskan penting penguatan aspek K3 di sektor bongkar muat
Perlindungan jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang layak, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mengingat tingginya risiko kecelakaan di sektor bongkar muat di pelabuhan.
Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengingatkan bahwa aspek perlindungan pekerja tidak boleh dikesampingkan.
โPerlindungan jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang layak, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar,โ ujar Afriansyah.
Selain penguatan K3, Wamenaker turut menyoroti pentingnya transformasi digital pada pengelolaan layanan pelabuhan guna menciptakan tata kelola koperasi yang modern, transparan, dan berkeadilan.
Ia mengatakan, salah satunya adalah peluncuran sistem digital oleh Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan.
โSistem digital di Inkop TKBM membuat semua proses kerja, seperti data pekerja dan keuangan, menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau oleh anggota serta pengurus,โ ujarnya.
Dia menilai, transformasi ini membawa manfaat langsung bagi lebih dari 86 ribu pekerja pelabuhan yang tersebar di 120 koperasi primer di seluruh Indonesia.
Melalui aplikasi Inkop TKBM, pencatatan data pribadi dan keahlian pekerja akan lebih terintegrasi.
โDigitalisasi ini memastikan penyaluran tenaga kerja berjalan secara adil dan merata, sekaligus memudahkan anggota memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online,โ kata Afriansyah.
Menurut Wamenaker, inovasi ini menjadi sebuah keniscayaan di tengah masifnya modernisasi pelabuhan, dengan aktivitas manual mulai digantikan oleh mesin otomatis seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Automated Stacking Cranes (ASC).
Hal ini membuktikan bahwa koperasi mampu bergerak lincah, profesional, dan inovatif.
Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan HM Nasir menyatakan bahwa program digitalisasi ini merupakan komitmen berkelanjutan yang akan diterapkan di seluruh jaringan koperasi TKBM se-Indonesia dalam satu tahun ke depan.
Transformasi ini juga mendukung pengembangan lini bisnis koperasi lainnya, seperti usaha simpan pinjam, leasing sepeda motor, minimarket, klinik kesehatan, pengembang perumahan, perkebunan kelapa sawit dan peternakan.
โKami terus mendorong transformasi koperasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), digitalisasi layanan, pengawasan, serta pengembangan usaha yang produktif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing,โ kata HM Nasir.
Baca juga: Kemnaker pacu kematangan budaya K3 untuk menekan kecelakaan kerja
Baca juga: Said Iqbal: Implementasi K3 berlaku bagi pekerja di semua sektor
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright ยฉ ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.