Wali Kota Medan minta inspektorat periksa ASN tidak bekerja baik layani masyarakat - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Wali Kot Medan Rico Tri Putra Waas meminta Inspektorat untuk memeriksa aparatur sipil negara yang tidak bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.
"Saya minta pengawas untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk di seluruh kelurahan," ujar Rico Waas usai inspeksi mendadak di Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, Selasa.
Rico dalam inspeksi mendadak tersebut menemukan berbagai persoalan terkait kinerja aparatur sipil negara di wilayah itu.
Wali Kota Medan mendapatkan sejumlah ruangan dalam kondisi tanpa penerangan, kotor serta terdapat aktivitas merokok yang dilakukan para pegawai.
"Ini kawasan tanpa rokok. Kok masih ada yang merokok. Kalian menunjukkan yang salah," kata dia.
Selain itu, orang nomor satu di lingkungan pemerintah kota setempat itu juga menemukan sejumlah ruangan yang tidak difungsikan dengan baik.
"Tidak ada alasan kekurangan ruangan, ruangan banyak. cuman tidak dibersihkan. Persoalan kecil aja tak mampu kalian melayani. Masyarakat butuh pelayanan optimal," sebut dia.
Rico Waas usai melakukan peninjauan meminta inspektorat untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh serta menindak aparatur sipil negara yang tidak bekerja dengan maksimal.
Ia juga meminta seluruh ruangan yang ada di organisasi perangkat daerah termasuk tingkat kecamatan maupun kelurahan untuk dilaporkan .dan mencatat bilamana menemukan kekurangan.
"Saya minta seluruh ruangan di foto semuanya. Periksa semuanya, tidak ada lagi seperti ini. harus ditata dengan baik," jelas dia.
Rico Waas mengatakan kebijakan tersebut merupakan komitmen dalam mewujudkan pelayanan yang menjunjung integritas, disiplin serta tanggungjawab sebagai abdi negara.
"Masyarakat butuh aparatur yang siap melayani bertanggungjawab atas setiap fasilitas dan aman yang dipercayakan kepada jajaran," ujarnya
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.