Harga tomat di pasar tradisional Gorontalo Utara mulai naik - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Harga tomat di pasar tradisional Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo mulai mengalami kenaikan rata-rata Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram.
"Kenaikan terjadi karena harga beli di tingkat petani naik, serta suplai tomat dari pemasok ke pedagang di pasar-pasar tradisional cenderung berkurang, memicu kenaikan harga," kata pedagang rempah-rempah di pasar tradisional Kwandang Hengki di Gorontalo Utara, Selasa.
Ia mengatakan harga tomat di pasar tradisional, sebelumnya merata dijual Rp5.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp7.000 per kilogram dan Rp8.000 per kilogram.
Khusus tomat apel biasa berukuran kecil masih bertahan Rp5.000 per kilogram, namun tomat apel sedang naik menjadi Rp7.000 per kilogram, tomat apel super menjadi Rp8.000 per kilogram.
Ia memperkirakan kenaikan tersebut memungkinkan kembali terjadi, jika produksi tomat di tingkat petani turun.
Pedagang lainnya Sari Yamin mengatakan terpaksa menaikkan harga tomat, karena harga di tingkat pemasok memang mengalami kenaikan.
Ia mengatakan permintaan tomat tergolong normal, hanya saja pasokan yang masuk memang berkurang akibat produksi turun sehingga memicu kenaikan harga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara Ajuba Thalib mengatakan pihaknya terus turun memantau distribusi pangan di tingkat lokal.
Khusus komoditas tomat, jenis apel merajai pasar-pasar di daerah ini.
Tomat ini dipasok dari luar daerah di Provinsi Gorontalo. Ada pula dari wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
"Ada 17 pasar tradisional tersebar di 10 dari 11 wilayah kecamatan," kata Ajuba.
Permintaan tomat di pasar masih terkendali, sebab rempah-rempah kategori sayuran ini, dalam pemanfaatan untuk kebutuhan rumah tangga, tidak mendominasi serta dapat digantikan.
Ia optimistis harga tomat di kisaran Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilogram masih akan bertahan sampai akhir Desember 2026.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.