Viral Vokalis Wanita Dilecehkan Pria Pakai Celana Dalam Saat Konser Amal

Viral Vokalis Wanita Dilecehkan Pria Pakai Celana Dalam Saat Konser Amal

Palangkaraya -

Insiden tidak terduga menimpa vokalis wanita dari grup band R.A.S.Y.A., yang dikenal dengan akun Instagram @tsyaxlee_. Berdasarkan unggahan ulang dari akun @konseranjoy, vokalis wanita diduga mengalami tindakan pelecehan saat sedang tampil di atas panggung.

Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas dan memicu keprihatinan publik terkait keamanan bagi musisi wanita.

"Bukan tentang baperan atau bagaimana, disini band R.A.S.Y.A ingin ikut berpartisipasi dalam acara AMAL UNTUK KARHULTA dan dalam acara tersebut kami juga bayar, jika memang dalam acara ini band" seperti kami tidak diterima, ya tolak saja dari awal pendaftaran," tulis keterangan video.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video tersebut menunjukkan momen ketika seorang pria yang mengenakan pakaian hitam dan topi tiba-tiba mendekati panggung dan meletakkan pakaian dalam di hadapan vokalis yang sedang menyanyi.

"Saya sebagai perempuan merasa dilecehkan dan harga diri saya direndahkan dihadapan banyak orang, sorry to say kalo mau gimmick harus paham situasi karna saya sendiri tidak kenal dengan anda!!." ucapnya geram.

Tindakan tersebut langsung membuat vokalis wanita itu terlihat sangat terkejut dan tidak nyaman. Reaksi spontan yang ia tunjukkan adalah dengan menutupi matanya menggunakan satu tangan.

"Jika bagi kalian perempuan itu sangat hina, lalu dari mana asal kalian lahir kalo bukan dari seorang perempuan juga, lahir dari gitar kah?. Walaupun kami masih band kecil tapi kami tau bagaimana caranya respect dengan sesama anak band walau berbeda genre musik, tonton aja video nya teman" apakah perlakuan seperti patut dibenarkan??" tulis keterangan video.

Di dalam video, terlihat pria tersebut kemudian menjauh dari area panggung, sementara vokalis tampak berusaha menenangkan diri di balik stand mic. Aksi pelecehan tersebut berlangsung dalam sebuah acara musik amal yang digelar untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah.

Vokalis menyayangkan tindakan tidak terpuji itu terjadi di tengah niat tulus bandnya yang hadir secara swadaya dan membayar biaya partisipasi demi menyukseskan penggalangan dana kemanusiaan. Misi mulianya untuk membantu sesama ini justru ternodai oleh aksi oknum tak bertanggung jawab yang mencederai nilai kepedulian dan rasa saling menghargai.

Kasus ini mengundang kecaman dari warganet yang menyayangkan kurangnya rasa hormat terhadap seniman yang sedang berkarya. Unggahan tersebut juga menyebar luas di berbagai media sosial.

"Semoga pelaku baca ini. Kalau menurut anda tindakan tasya itu baperan, gimana kalau celana dalem BEKAS SAYA, saya kasih depan muka ibu kau? Semoga beliau suka dan gak baper yaa," kata pengguna Instagram @dhetmrry_.

"Itu temen bandnya diem aja ?? haduuhhh," emosi akun @reynaldigunawan96z

"Kami pantau, Tanah Dayak Beradat. Tetap semangat terimakasih sudah berani speak up @tsyaxlee_#lawanpelecehan," timpal akun @kamidayakkalteng_.


Konfirmasi Wolipop

Saat dikonfirmasi oleh Wolipop, Natasya mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat malam (20/9/2026) di Kedai Kopteja, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Saat itu, band yang baru ia bentuk dua bulan lalu sedang tampil dalam acara musik beramal untuk penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah.

Ia menceritakan bahwa peristiwa tak menyenangkan itu terjadi secara tiba-tiba tepat ketika ia baru saja mulai menyanyikan lagu single perdana mereka.

"Di sini sebenarnya pikiran dan perasaan saya sudah gak terkontrol, mau lempar stand book itu ke dia. Untungnya otak saya masih bisa berfungsi untuk berpikir dengan kondisi yang ada," ujar Natasya kepada Wolipop.

Natasya menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengenal pria tersebut dan tidak pernah ada kesepakatan atau briefing mengenai gimik panggung apa pun. Meski merasa terpukul dan emosinya tersulut, Natasya berusaha menahan diri agar suasana acara tidak makin keruh.

"Saat waktu kejadian kami tidak bereaksi, Kak, karena kejadian itu terjadi secara tiba-tiba saat posisinya kami sedang tampil. Di situ saya mengontrol emosi saya dengan dipaksa tertawa agar tidak terjadi sesuatu yang lebih besar lagi," ungkapnya.

Ia sangat menyayangkan perlakuan oknum tersebut yang dinilainya melukai harkat dan martabat perempuan. Terlebih lagi, pihak pelaku justru menganggap reaksinya berlebihan.

"Saya tidak habis pikir dengan situasi seperti ini, pelaku tersebut masih membela dirinya dengan menyebut kami ini baperan dan lain-lain," tambah Natasya.

Merasa tindakan tersebut sudah melampaui batas dan tidak adanya iktikad baik dari pelaku, Natasya bersama pihak band memilih untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

"Update sekarang, kami sudah melakukan tuntutan secara resmi kasus ini dan kami serahkan ke pihak penyidik, karena sampai sekarang dari pihak pelaku tidak ada iktikad baiknya untuk meminta maaf secara langsung dengan saya atau klarifikasi," tegasnya melengkapi keterangan.

(gaf/eny)