10 Cara Orang Introvert Sukses di Tempat Kerja Tanpa Harus Menjadi Ekstrovert

10 Cara Orang Introvert Sukses di Tempat Kerja Tanpa Harus Menjadi Ekstrovert

Bunda tipe introvert? Untuk sukses tidak perlu menjadi orang lain, mari simak cara introvert sukses di tempat kerja tanpa harus mengikuti ekstrovert.

Banyak orang bilang tips sukses salah satunya harus bisa bersosialisasi di tempat kerja. Namun menjadi pribadi yang tidak banyak bicara bukan berarti Bunda sulit berkembang dalam karier.

Kemampuan untuk mendengarkan, menganalisis masalah, menyusun strategi, hingga bekerja secara mendalam justru dapat menjadi kekuatan yang membantu orang introvert mencapai hasil optimal. Meski lingkungan kerja terkadang lebih mengutamakan orang yang aktif berbicara dan mudah bergaul, orang introvert tidak perlu mengubah kepribadiannya agar bisa sukses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kuncinya hanya memahami cara kerja diri sendiri, menciptakan lingkungan yang mendukung konsentrasi, serta melatih kemampuan berkomunikasi tanpa memaksakan diri menjadi orang lain. 

Mengutip Verywell Mind, berikut cara tipe introvert bisa sukses dalam karier tanpa harus menjadi ekstrovert.

1. Kenali dan manfaatkan kekuatan diri

Orang introvert umumnya memiliki kecenderungan untuk lebih banyak mengamati dan berpikir sebelum berbicara. Karakter ini dapat menjadi modal ketika pekerjaan membutuhkan kemampuan menganalisis informasi, menyusun strategi, mendengarkan orang lain, atau merencanakan sesuatu secara matang.

Psikolog perusahaan Brian Smith, PhD, menyarankan orang introvert untuk memaksimalkan kemampuan tersebut.

“Manfaatkan kemampuan Anda untuk mendengarkan, menganalisis, dan menyusun strategi,” ujar Smith.

Dengan mengenali kelebihan tersebut, Bunda tidak perlu menganggap kemampuan berbicara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan di kantor. Kontribusi dalam bentuk ide yang matang, pekerjaan mendalam, dan strategi terencana juga memiliki nilai penting.

2. Jangan memaksakan diri menjadi orang lain

Kemampuan berbicara di depan orang banyak memang bisa dilatih, namun belajar berkomunikasi bukan berarti harus mengubah kepribadian secara keseluruhan. Orang introvert tetap dapat belajar menyampaikan pendapat tanpa harus menjadi pribadi yang paling vokal dalam ruangan.

Psikolog klinis Clifton Berwise, PhD, mengatakan, “Hal terbesar yang dapat saya sampaikan kepada seorang introvert adalah jangan menjadi seseorang yang bukan diri Anda.”

Menurutnya, ada perbedaan antara berlatih berbicara dan memaksakan diri menjadi orang lain.

“Berlatih untuk belajar menyampaikan pendapat berbeda dengan memaksa diri menjadi seseorang yang bukan diri sendiri. Hal terakhir justru dapat menimbulkan banyak frustrasi, stres, dan kesehatan mental yang lebih buruk,” lanjut Berwise.

3. Ciptakan ruang kerja yang tenang

Lingkungan kerja yang ramai dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang introvert. Konsep kantor terbuka, percakapan dari berbagai arah, suara telepon, atau rekan kerja yang sering datang untuk mengobrol bisa mengganggu konsentrasi.

Shari B. Kaplan, LCSW, mengatakan dirinya pernah melihat rekan kerja introvert berkembang ketika mendapatkan kebebasan untuk mengelola sebuah proyek. Sebaliknya, ia juga melihat orang introvert kesulitan bekerja di kantor terbuka karena suara dan gangguan yang terus-menerus.

“Dalam kedua situasi tersebut, memahami dan mengakomodasi kebutuhan mereka membuat perbedaan besar,” kata Kaplan.

Jika memungkinkan, pilih area yang lebih tenang ketika membutuhkan konsentrasi. Menutup pintu ruangan, menggunakan headphone peredam bising, atau mencari tempat kerja yang minim gangguan dapat membantu menjaga fokus.

4. Tetapkan batasan dengan rekan kerja

Orang introvert membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi tanpa terus-menerus terlibat dalam percakapan. Untuk itu, membuat batasan yang jelas dengan rekan kerja dapat membantu pekerjaan selesai tanpa membuat energi cepat terkuras.

Misalnya saja, Bunda bisa memberi tahu rekan kerja bahwa sekarang sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi dan akan kembali berdiskusi setelah pekerjaan selesai. Di kantor dengan konsep terbuka, penanda sederhana seperti status 'jangan diganggu' juga dapat digunakan jika budaya perusahaan memungkinkan.

Batasan tersebut bukan berarti menghindari rekan kerja. Justru komunikasi yang jelas dapat membantu orang lain memahami kapan seseorang membutuhkan waktu untuk bekerja secara mandiri dan kapan siap berdiskusi.

5. Persiapkan diri sebelum rapat

Rapat mendadak atau diskusi tanpa agenda dapat terasa lebih melelahkan bagi orang introvert. Salah satu cara mengatasinya dengan mempersiapkan diri sebelum rapat dimulai.

Jika memungkinkan, mintalah agenda rapat terlebih dahulu. Catat pertanyaan, pendapat, atau poin penting yang ingin disampaikan sehingga tidak perlu mengandalkan spontanitas saat berada di dalam ruangan.

Psikolog Shawna Gann, PhD, CEO sekaligus principal coach and consultant di True Culture Coaching & Consulting, mengatakan persiapan penting ketika seseorang harus menghadapi situasi sosial yang menguras energi.

“Ketika Anda mengetahui bahwa situasi yang sangat cepat dan penuh interaksi sosial dapat menguras energi, jika situasi tersebut tidak dapat dihindari, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri,” ujar Gann.

6. Berani menyampaikan pendapat

Tidak menjadi orang yang paling banyak bicara bukan berarti harus selalu diam. Orang introvert tetap perlu memastikan gagasan dan pendapatnya terdengar, terutama ketika berkaitan dengan pekerjaan atau pengambilan keputusan.

Gann menyarankan untuk melatih cara menyela pembicaraan secara sopan dan mengembalikan fokus kepada hal yang ingin disampaikan. Cara tersebut dapat membantu ketika seseorang merasa pendapatnya terlewat atau tidak mendapatkan kesempatan berbicara.

Terlalu banyak rapat, diskusi, dan kegiatan sosial dalam satu hari dapat membuat orang introvert kehabisan energi. Oleh sebab itu, atur jadwal dengan memberikan jeda di antara berbagai aktivitas menjadi hal yang penting.

Brian Smith menyarankan agar orang introvert tidak membebani jadwal secara berlebihan. “Hindari membuat jadwal terlalu padat dan berikan diri Anda waktu untuk mengisi kembali energi di antara berbagai kegiatan,” ujarnya.

Jeda tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, makan siang dengan tenang, berjalan sebentar, atau sekadar mengambil waktu tanpa interaksi sosial. Dengan begitu, energi dapat kembali sebelum menghadapi aktivitas berikutnya.

8. Bangun relasi secara personal

Networking tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan karier. Namun orang introvert tidak harus selalu membangun koneksi melalui kelompok besar atau acara yang ramai.

Membangun hubungan secara satu lawan satu dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Setelah rapat, Bunda dapat mengirimkan pesan atau email secara personal kepada rekan kerja untuk melanjutkan pembicaraan dan mempererat hubungan profesional.

Cara ini memungkinkan orang introvert membangun koneksi secara lebih mendalam tanpa harus berada dalam situasi sosial yang terlalu ramai.

9. Tetapkan batasan waktu saat acara kantor

Acara perusahaan seperti pesta, makan bersama, atau kegiatan outing dapat menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan rekan kerja. Namun orang introvert tidak harus berada di sana sepanjang acara jika membuat energi cepat terkuras.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah menentukan batas waktu sebelum menghadiri acara. Misalnya saja, berkomitmen untuk hadir selama satu atau dua jam, kemudian pulang setelah menyapa dan berbincang dengan beberapa rekan kerja.

Dengan menentukan batasan sejak awal, situasi sosial dapat terasa lebih mudah dikendalikan. Tetap hadir dan membangun hubungan profesional pun dapat dilakukan tanpa mengorbankan kebutuhan untuk beristirahat.

10. Gunakan komunikasi tertulis jika dibutuhkan

Tidak semua hal harus disampaikan secara spontan dalam percakapan langsung. E-mail atau platform komunikasi internal dapat menjadi sarana bagi orang introvert untuk menyampaikan informasi dengan lebih terstruktur.

Dalam berkomunikasi dengan atasan, Bunda dapat menuliskan poin utama sebelum meeting. Cara ini membantu memastikan hal penting tidak terlupakan dan mengurangi kemungkinan berbicara terlalu panjang karena gugup.

Persiapan juga membuat komunikasi dengan manajemen menjadi lebih profesional. Ketika sudah mengetahui apa yang ingin disampaikan, Bunda akan lebih mudah mengutarakan kebutuhan, memberikan masukan, maupun menyampaikan kekhawatiran secara tegas tapi tetap sopan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)