Viral Laxative Abuse Berujung Usus Motif 'Kulit Macan', Tergiur Klaim Teh Pelangsing?

Viral Laxative Abuse Berujung Usus Motif 'Kulit Macan', Tergiur Klaim Teh Pelangsing?

Jakarta -

Banyak orang menganggap bahwa makin sering buang air besar (BAB) setelah mengonsumsi teh pelangsing, teh detoks, atau suplemen diet, artinya lemak di dalam tubuh sedang diluruhkan. Persepsi ini membuat produk pelancar BAB laris manis di pasaran dan dikonsumsi secara rutin tanpa arahan medis.

Sebenarnya, benarkah kebiasaan memicu BAB secara terus-menerus ini dapat membakar lemak dan menurunkan berat badan secara sehat?

Konsultan Gastroenterohepatologi dari Mayapada Hospital, dr Aru Ariadno, Sp.PD-KGEH, FINASIM menegaskan, mengonsumsi obat pencahar atau teh pelancar BAB secara sembarangan demi menurunkan berat badan bukanlah tindakan yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika mengonsumsinya tanpa konsultasi dengan ahli, hal tersebut termasuk kategori laxative abuse atau penyalahgunaan obat pencahar.

Jangan Terjebak Perangkap Weight Loss Abuse

Menurut dr Aru, dorongan untuk mendapatkan tubuh ideal sering kali membuat seseorang melakukan swamedikasi yang berbahaya bagi sistem pencernaan.

"Jadi, itu adalah suatu kondisi di mana orang itu butuh banget dengan pencahar. Jadi, ketergantungan akan suatu obat-obatan untuk membantu, apa sih namanya, buang air besar supaya bisa normal. Jadi, penggunaan obat-obat pencahar yang tidak sesuai aturan medis yang jelas," jelas dr Aru kepada detikcom, Jumat (2/10/2026).

Kondisi ini kerap berawal dari rasa cemas terhadap bentuk tubuh, yang kemudian memicu kebiasaan mengonsumsi obat pelancar secara berlebihan.

"Jadi, kadang-kadang orang itu merasa kok badan saya naik gitu ya. Kok gendut gitu ya. Nah, kemudian dia melakukan suatu medikasi sendiri tanpa arahan atau tanpa nasihat dari dokter, minum obat-obatan pencahar itu yang kita sebut namanya weight loss abuse gitu," terangnya.

Ia menambahkan, efek rasa "enteng" setelah minum teh kurus sebenarnya hanya berasal dari keluarnya cairan dan kotoran dari usus, bukan penumpukan lemak tubuh yang terbuang.

Dampak pada Dinding Usus: Mengubah Warna Jadi Bercorak "Kulit Harimau"

Penggunaan obat pencahar herbal atau teh pelangsing yang mengandung golongan antrakuinon (seperti daun sena, aloe vera, atau kaskara) secara terus-menerus juga memiliki efek samping fisiologis pada usus besar.

Bahan-bahan tersebut dapat merusak sel-sel dinding usus yang kemudian memicu pembentukan endapan pigmen lipofuscin. Akibatnya, mokusa usus besar mengalami perubahan warna atau yang dikenal sebagai melanosis coli.

"Jadi lipofucsin tersebut menimbulkan gambaran hitam atau kita sebut namanya melanosis coli ya. Jadi hitam gambarnya seperti kulit harimau gitu ya, hitam putih. Nah itu yang menyebabkan gangguan atau komplikasi dari penggunaan obat-obatan pencahar golongan antrakuinon tadi," ungkapnya.

Meski corak kehitaman ini umumnya bersifat jinak dan bisa pulih secara perlahan setelah obat dihentikan, bahaya utama dari penyalahgunaan pencahar berada pada fungsi pergerakan usus itu sendiri.

Usus Jadi "Malas" dan Sembelit Parah

Masalah terbesar dari laxative abuse adalah usus menjadi terbiasa dan kehilangan kemampuan alaminya untuk berkontraksi.

Saat penggunaan teh pelangsing atau obat pencahar dihentikan, usus akan menjadi "malas", yang berujung pada sembelit parah.

"Cuma problemnya adalah kalau penggunaan obat-obatan laxative ini pencahar yang sering ini, yang terjadi adalah orang itu menjadi terlalu terbiasa dengan obat-obatan laxative," jelasnya.

"Itu akibatnya begitu dihentikan perutnya jadi itu lagi, susah diambil lagi, konstipasi lagi, jadi akhirnya dia memakai lagi seperti itu," tambahnya.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan: pasien merasa harus terus mengonsumsi pencahar agar bisa BAB normal, padahal ususnya semakin rusak akibat ketergantungan tersebut.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Diabetes di Usia 29 gegara Doyan Makan Dessert Viral"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Laxative Abuse

3 Konten

Sebuah video viral menunjukkan permukaan usus bermotif belang-belang seperti kulit macan, disebut efek laxative abuse. Tren penggunaan laxative atau pencahar untuk menurunkan berat badan secara instan lantas jadi sorotan.

Konten Selanjutnya