Viral Dating Show untuk Pasien Pengidap Penyakit Terminal, Tuai Pro-Kontra

Viral Dating Show untuk Pasien Pengidap Penyakit Terminal, Tuai Pro-Kontra

Jakarta - Program kencan terbaru Korea Selatan menuai kontroversi bahkan sebelum resmi tayang. Reality show bertajuk 'Love Against Time' ini menghadirkan peserta dengan penyakit kronis untuk mencari jodoh...

Jakarta -

Program kencan terbaru Korea Selatan menuai kontroversi bahkan sebelum resmi tayang. Reality show bertajuk 'Love Against Time' ini menghadirkan peserta dengan penyakit kronis untuk mencari jodoh.

'Love Against Time' diikuti pria dan wanita berusia 20 hingga 30-an tahun yang didiagnosa mengidap penyakit terminal/mematikan atau mengalami kondisi medis yang mengancam nyawa. Acara produksi SBS tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 3 Agustus 2026.

Format lengkapnya masih dirahasiakan, namun pihak stasiun televisi telah mengungkap salah satu konsep utamanya. Setiap malam, para peserta akan saling 'bertukar' sebagian dari waktu yang mereka tentukan sendiri untuk membangun kedekatan dan hubungan romantis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video teaser resmi, sejumlah peserta menceritakan pengalaman hidup mereka. Beberapa mengaku kesulitan menjalin hubungan asmara karena calon pasangan merasa ragu untuk berkomitmen dengan seseorang yang pernah atau sedang mengidap penyakit serius.

Kehadiran acara ini memicu beragam reaksi publik. Sebagian orang memuji konsep tersebut karena dinilai memberi kesempatan bagi orang-orang dengan harapan hidup singkat untuk bertemu calon pasangan, sesuatu yang mungkin sulit mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada pula yang menilai para peserta patut dihormati karena telah membagikan kisah hidup mereka kepada publik.

Namun, tidak sedikit yang mengkritik strategi promosi acara tersebut. Promosi 'Love Against Time' dianggap terlalu menonjolkan penyakit serius serta keterbatasan waktu hidup yang mereka miliki.

Perdebatan pun muncul mengenai apakah acara ini berisiko menjadikan kondisi para peserta yang rentan sebagai hiburan semata, sekaligus mengomersialkan perjuangan hidup mereka, demi menciptakan konsep reality show yang menarik perhatian penonton.

Kontroversi 'Love Against Time' juga muncul di tengah pesatnya popularitas reality show kencan di Korea Selatan.

Genre ini tergolong lebih hemat biaya produksi karena menggunakan peserta non-selebriti yang umumnya menerima bayaran lebih rendah dibandingkan artis terkenal. Di sisi lain, acara kencan terus diminati penonton ketika menjalin hubungan romantis di kehidupan nyata dianggap semakin sulit.

(hst/hst)