UNRAM perkuat IKM Mandalika tembus pasar ekspor melalui literasi keuangan
Melihat tantangan tersebut, Universitas Mataram (UNRAM) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menghadirkan program peningkatan kapasitas IKM lingkar KEK Mandalika dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan untuk kegiatan ekspor. Progra
Mataram (ANTARA) - Di balik geliat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi pariwisata internasional, terdapat ribuan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal yang menyimpan potensi ekonomi besar. Namun, kemampuan produk lokal untuk menembus pasar global tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kesiapan tata kelola usaha, terutama dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan bisnis.
Melihat tantangan tersebut, Universitas Mataram (UNRAM) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menghadirkan program peningkatan kapasitas IKM lingkar KEK Mandalika dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan untuk kegiatan ekspor. Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal agar lebih siap menghadapi standar bisnis internasional.
Dokumen pengabdian mencatat bahwa KEK Mandalika memiliki potensi besar untuk mendorong kegiatan ekspor melalui produk IKM lokal, tetapi sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan, dan penyusunan laporan keuangan yang menjadi persyaratan penting untuk mengakses pasar global.
Permasalahan utama yang ditemukan adalah sebagian besar pelaku IKM masih mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana tanpa laporan laba rugi, neraca, maupun arus kas. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku usaha mengalami kesulitan dalam mengukur kinerja bisnis, mengakses pembiayaan formal, dan membangun kepercayaan mitra usaha.
Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan, tim pengabdian memberikan penguatan mulai dari pemahaman manajemen keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengenalan akun akuntansi, praktik penjurnalan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Peserta juga dilatih menggunakan teknologi sederhana seperti aplikasi berbasis Excel untuk membantu pengelolaan laporan keuangan usaha.
Dampak program terlihat dari perubahan perilaku usaha peserta. Pelaku IKM mulai memahami pentingnya rekening khusus usaha, pengelolaan laba untuk investasi, serta penyusunan laporan keuangan yang lebih sistematis. Peserta juga mampu menghasilkan laporan utama berupa neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Bagi UNRAM, program ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Intervensi akademik tidak hanya menghasilkan transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi.
Kontribusi program terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) sangat kuat. Program ini mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas pelaku IKM, peningkatan profesionalisme usaha, dan peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan inovasi pengelolaan usaha berbasis teknologi sederhana, termasuk digitalisasi pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang membantu IKM beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern.
Program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals) karena memperlihatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan.
Dalam perspektif pendidikan tinggi global seperti kerangka Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan ini merepresentasikan peran universitas yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi inklusif, dan kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi terhadap SDGs
|
SDGs |
Kontribusi Program |
Dampak |
|
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth |
Peningkatan literasi keuangan dan kapasitas manajemen IKM |
IKM lebih siap berkembang dan mengakses pasar yang lebih luas |
|
SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure |
Pemanfaatan teknologi sederhana dalam pengelolaan usaha |
Mendorong tata kelola bisnis yang lebih modern |
|
SDG 17 – Partnerships for the Goals |
Kolaborasi UNRAM, mitra IKM, dan pemangku kepentingan |
Memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan |
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026