UNP latih kelompok tani di Agam tingkatkan produktivitas lewat mesin pengupas kulit kopi
Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB), melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengupas kulit kopi (coffee pulper) pada Kelompok Tani UPH Kopilasi Marapi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
"Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses pascapanen kopi, mengurangi beban kerja petani, meningkatkan kualitas hasil pengolahan, serta mendorong produktivitas dan daya saing usaha kopi masyarakat," kata Ketua Tim Pengabdian, Drs. Jasman, M.Kes., di Padang, Senin.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, (29/8) itu, melibatkan masyarakat serta anggota Kelompok Tani UPH Kopilasi Marapi untuk mengikuti pelatihan pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin.
Jasman menjelaskan salah satu permasalahan yang dihadapi petani, adalah proses pengupasan kulit kopi yang masih dilakukan secara manual.
"Cara tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar sehingga kurang efisien, terutama ketika memasuki musim panen," jelasnya.
Melalui program PPUB, UNP menghadirkan mesin pengupas kulit kopi sebagai solusi teknologi tepat guna, untuk mempercepat proses pemisahan kulit buah kopi dari bijinya.
"Mesin dirancang dengan sistem kerja yang sederhana, sehingga dapat digunakan dan dirawat oleh masyarakat,"lanjutnya.
Ia menyebutkan mesin yang dikembangkan merupakan pulper kopi sistem basah (wet process), dengan kapasitas sekitar 500–1000 kilogram buah kopi per jam.
Mesin ini, lanjutnya, menggunakan penggerak motor bensin 7 PK, sistem transmisi pulley dan V-belt, serta dilengkapi adjustable pressure plate untuk mengatur celah pengupasan.
"Teknologi tersebut dirancang untuk meminimalkan kerusakan biji, dan meningkatkan keseragaman hasil pengupasan," katanya.
Menurutnya penerapan mesin, memberikan sejumlah manfaat bagi kelompok tani.
Berdasarkan laporan kegiatan, penggunaan mesin dapat meningkatkan efisiensi waktu pengupasan dibandingkan metode manual, mengurangi kehilangan hasil, meningkatkan kualitas biji kopi, serta mengurangi kelelahan tenaga kerja.
Selain penerapan mesin, tim pengabdian UNP yang beranggotakan Primawati, S.Si., M.Si., Rizaldy Hanifa, S.Pd., M.Pd., dan Nurhasanah, M.Pd., juga memberikan pelatihan pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin.
Masyarakat diberikan praktik secara langsung, agar mampu mengoperasikan teknologi dengan benar, sekaligus menjaga kondisi mesin agar tetap berfungsi optimal.
Ketua Kelompok Tani UPH Kopilasi Marapi, Anton Efendi, pada kegiatan ini berperan sebagai koordinator mitra dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Mitra turut memfasilitasi keterlibatan anggota kelompok dalam pelatihan dan penerapan teknologi, serta mendukung keberlanjutan penggunaan mesin untuk meningkatkan efisiensi produksi kopi.
Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin, perakitan, pengujian, pelatihan, hingga penyerahan dan pendampingan penggunaan mesin.
Jasman menyebut mesin telah diuji dan dinyatakan dapat beroperasi sebagaimana mestinya sebelum diserahkan kepada Kelompok Tani UPH Kopilasi Marapi.
Tim pengabdian berharap teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Selain itu, kelompok tani juga didorong untuk menerapkan prosedur penggunaan dan perawatan, serta mengalokasikan sebagian hasil usaha untuk pemeliharaan mesin agar umur pakai teknologi dapat dipertahankan.
Melalui Program Pengabdian UNP Berdampak, Universitas Negeri Padang terus mendorong penerapan hasil riset dan inovasi teknologi tepat guna, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Penerapan mesin pengupas kulit kopi di Kelompok Tani UPH Kopilasi Marapi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, kualitas hasil pascapanen, produktivitas, dan nilai tambah kopi, sekaligus memperkuat kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Agam.
Kegiatan penerapan mesin pengupas kulit kopi melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) di Kelompok Tani UPH Kopilasi Marapi, Kabupaten Agam, turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang merupakan agenda global dengan 17 tujuan untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan hingga 2030.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, kualitas, dan nilai tambah usaha kopi petani.
Lalu SDG 9, yakni Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengupas kulit kopi; serta SDG 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui proses pascapanen yang lebih efisien dan pengurangan kehilangan hasil.
