Umsura kirim 11 mahasiswa relawan ke Ende bantu pemulihan pascagempa - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengirim 11 mahasiswa relawan ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi pada Agustus 2026.
“Ini bukan kali pertama Umsura menerjunkan mahasiswa ke lokasi bencana. Mahasiswa yang telah lolos seleksi program ini akan dikonversikan SKS-nya sehingga mereka tidak perlu mengikuti KKN lagi,” kata Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi Umsura Radius Setiyawan di Surabaya, Rabu.
Tim relawan akan menjalankan misi kemanusiaan selama satu bulan, termasuk waktu perjalanan pulang dan pergi.
Sebanyak 11 mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program studi, yakni Studi Agama-Agama, S1 Keperawatan, Profesi Dokter, S1 Pendidikan Dokter, S1 Pendidikan Matematika, S1 Kebidanan, dan S1 Perbankan Syariah.
“Mereka juga didampingi dosen-dosen yang memiliki kepakaran di bidang penanganan bencana,” katanya.
Radius mengatakan mahasiswa telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi bencana.
Persiapan tersebut dilakukan karena kondisi di wilayah terdampak membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada umumnya.
Tim juga akan membantu pemulihan sejumlah fasilitas pendidikan, penguatan literasi, serta pendampingan psikologis bagi anak-anak terdampak bencana.
Pelaksanaan kegiatan tersebut telah dikoordinasikan dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Selain mengirim relawan, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Umsura menyerahkan bantuan dana sebesar Rp49.592.971 untuk korban bencana di NTT.
Umsura sebelumnya juga menyalurkan bantuan bagi perempuan dan anak terdampak bencana berupa boneka, pembalut, dan popok yang dikumpulkan lebih dari 3.000 mahasiswa baru dalam rangkaian Masa Orientasi dan Xplorasi (MOX) 2026.
Salah satu mahasiswa S1 Pendidikan Matematika asal NTT yang dikirim, Junaidi Mustafa, mengaku senang dapat lolos dalam program tersebut.
“Saya senang bisa lolos dalam program ini. Bisa terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan di tanah kelahiran tentu menjadi pengalaman yang berarti bagi saya,” ujarnya.
Junaidi mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih sebagai mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang telah mendapatkan pembebasan biaya pendidikan secara penuh.
Ia berharap kehadirannya bersama tim dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT, khususnya warga yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.