Menko PMK Dorong Pengembangan Industri Olahraga Menjadi Lokomotif Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan

Menko PMK Dorong Pengembangan Industri Olahraga Menjadi Lokomotif Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan

Ayu Rachmaningtyas

| 30 September 2026, 23:25 WIB

Menko PMK Dorong Pengembangan Industri Olahraga Menjadi Lokomotif Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan

Menko PMK, Pratikno, menyoroti manfaat dari hadirnya Sirkuit Mandalika untuk masyarakat sekitarnya. - Foto: Kemenko PMK

AKURAT.CO Pengembangan industri olahraga nasional, khususnya di Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, harus mampu menjadi lokomotif yang menarik gerbong kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyoroti bahwa ajang balap kelas dunia seperti MotoGP sejatinya hanyalah pintu masuk. Tujuan utamanya adalah menciptakan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat secara riil.

"Manfaat tersebut mencakup penguatan kesehatan publik, pembangunan karakter bangsa melalui nilai sportivitas dan persatuan, pencetakan talenta SDM unggul, hingga terbukanya peluang kerja melalui ekonomi yang tumbuh inklusif dan berkelanjutan," katanya dalam Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika dan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dalam menyeimbangkan pencapaian global dan pemerataan ekonomi tersebut, Pratikno mengibaratkan desain besar yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas layaknya rel yang akan memastikan laju pertumbuhan tetap berada pada jalur yang tepat.

"Perlu ada ekosistem yang memadai yang membuat prestasi global menjadi lokomotif, tetapi rakyat Indonesia harus menjadi gerbong yang ikut tertarik. Jangan sampai lokomotif itu jalan sendirian," ujar Pratikno.

Baca Juga: Kemenko PMK Terus Gaungkan Gerak Bersama Ciptakan Ruang Aman Anak

Secara khusus, berkaca pada Kawasan Mandalika, pihaknya menjadikan prinsip growth (pertumbuhan), inclusive (inklusif), dan sustainable (berkelanjutan) sebagai kompas utama, agar kemajuan dapat dirasakan bersama.

Dari sisi inklusivitas, warga lokal didorong untuk berperan aktif dan manfaat pembangunan wajib dirasakan nyata oleh masyarakat. Masyarakat dipastikan harus dapat menikmati hasil ekonomi sekaligus fasilitas publik di kawasan tersebut.

Selain pemerataan manfaat ekonomi, pembangunan ekosistem bertaraf internasional ini juga wajib mengedepankan aspek keberlanjutan agar alam tetap terjaga dan masa depan masyarakat aman.

Pratikno menegaskan bahwa Kemenko PMK mendorong agar Mandalika dipertahankan sebagai kawasan hijau, sekaligus berfungsi optimal sebagai ketahanan air.

"Mandalika kita upayakan bersama agar jangan hanya dinikmati oleh sedikit orang, tetapi dinikmati oleh semua orang. Masyarakat sekitar harus menikmati hiruk pikuk globally competitive ini," ujarnya.