Tradisi potong rambut gimbal di kawasan Dieng dilestarikan

Tradisi potong rambut gimbal di kawasan Dieng dilestarikan

Tradisi potong rambut gimbal pada anak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai warisan budaya yang ANTARA News jateng artikel ...

Tradisi potong rambut gimbal di kawasan Dieng dilestarikan

Sabtu, 25 Juli 2026 08:55 WIB

Image Print

Seorang anak yang mempunyai rambut gimbal ikuti tradisi potong rambut di Wonosobo, Jumat (24/07/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Wonosobo (ANTARA) - Tradisi potong rambut gimbal pada anak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai warisan budaya yang sarat makna spiritual.

Budayawan Wonosobo Nanik Widayat, di Wonosobo, Jumat, mengatakan tradisi potong rambut gimbal merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Menurut dia, selain mengandung nilai spiritual dan kearifan lokal, tradisi ini juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan budaya Dieng kepada masyarakat luas.

Setelah prosesi pemotongan selesai, helai rambut gimbal kemudian dilarung ke sungai sebagai simbol pelepasan harapan dan doa agar anak-anak tumbuh sehat, berakhlak baik, serta terhindar dari segala marabahaya.

Orang tua anak berambut gimbal Ani Puji Astuti, mengatakan kepercayaan masyarakat Dieng, rambut gimbal pada anak merupakan anugerah yang memiliki makna khusus.

Oleh karena itu, pemotongan rambut tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus melalui ritual adat setelah seluruh permintaan anak dipenuhi oleh keluarga.

Seperti anak perempuannya yang kini berusia 13 tahun. Rambut gimbal mulai tumbuh secara alami sejak berusia satu tahun dan dipercaya keluarga sebagai bagian dari tradisi masyarakat Dieng.

Anak pemilik rambut gimbal Syahdenpa, mengaku telah menyampaikan permintaannya sebelum prosesi pemotongan rambut dilaksanakan. Ia meminta dua ekor kambing untuk dipelihara dan dua sepeda yang akan digunakan untuk bermain.


Baca juga: BMKG: Embun upas di Dieng berpotensi lebih sering pada kemarau 2026 dari dua tahun sebelumnya

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.