TPID Mataram pantau ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional

TPID Mataram pantau ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional
Dengan melihat kondisi harga pasar hari ini, kami simpulkan stok dan harga kebutuhan pokok di Kota Mataram masih aman dan stabil.

Mataram (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memantau ketersediaan stok, kelancaran pasokan, serta stabilitas harga kebutuhan pokok secara akurat sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah di pasar tradisional.

"Kegiatan itu sekaligus sebagai simulasi pengisian dan pemantauan data pada dashboard aplikasi SiPasti Mapan di pasar tradisional Kebon Roek dan Mandalika," kata Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman selaku ketua rombongan TPID Kota Mataram di Mataram, Rabu.

Aplikasi SiPasti Mapan (Strategi Kendali Pasokan Pangan Strategis Untuk Pengendalian Inflasi Daerah Kota Mataram), sebagai langkah memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui inovasi digital.

Dalam tinjauan lapangan di Pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, tim melakukan pengecekan langsung terhadap komoditas yang mengalami penyesuaian harga, salah satunya daging sapi dan daging ayam.

Harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp150.000 per kilogram hingga Rp170.000 kilogram akibat terbatasnya stok sapi potong dan peningkatannya permintaan pasar karena adanya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selama bulan Maulid, warga di Kota Mataram secara bergantian merayakan Maulid dengan acara silaturahmi, doa, zikir, dan ditutup dengan makan-makan dalam porsi besar.

"Menu utama saat Maulid adalah daging sapi dan ayam segar, sehingga memicu kenaikan," katanya.

Sementara itu, komoditas daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 menjadi Rp45.000 per kilogram yang dipicu oleh pengaturan kuota distribusi dari tingkat pengepul.

"Meski demikian, kenaikan tersebut masih dalam kategori aman dan wajar karena persentase kenaikannya masih di bawah 10 persen," katanya.

Sementara untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan komoditas pertanian lainnya relatif stabil dan belum mengalami kenaikan.

Untuk beras SPHP Bulog harganya Rp12.000 per kilogram, jenis medium Rp13.000, dan beras super Rp14.000 per kilogram, minyak goreng merek MinyaKita dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter.

Kemudian gula curah Rp18.000 per kilogram, telur tergantung ukuran berkisar Rp45.000-Rp55.000 per tray (satu tray isi 30 butir), cabai Rp55.000 per kilogram, cabai merah besar Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, dan bawang putih juga masih bertahan Rp30.000 per kilogram.

"Dengan melihat kondisi harga pasar hari ini, kami simpulkan stok dan harga kebutuhan pokok di Kota Mataram masih aman dan stabil," kata Miftah yang didampingi Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyudina.

Hasil pantauan harga tersebut akan dimasukkan ke aplikasi SiPasti Mapan, sehingga dapat dipantau oleh pihak-pihak terkait dan masyarakat yang membutuhkan secara waktu riil.

Melalui pengembangan data yang disajikan secara real time, Pemerintah Kota Mataram berharap pengambil kebijakan dapat merumuskan langkah intervensi pasar yang lebih cepat, tepat sasaran, serta prediktif demi menjaga daya beli masyarakat.

Aplikasi SiPasti Mapan, katanya, dirancang untuk membangun ekosistem data pangan yang kuat dan terintegrasi lintas sektor maupun organisasi perangkat daerah (OPD).

"Dashboard sistem itu memuat enam indikator utama pasokan pangan, yaitu harga, stok, pasokan, distribusi, cadangan, dan produksi," katanya.

Sistem tersebut dilengkapi fitur EWS (early warning system) dengan indikator tiga warna yakni hijau, kuning, dan merah, untuk memetakan kondisi komoditas.

Indikator hijau atau normal, katanya, mengindikasikan kondisi stabil, pemantauan dan intervensi bersifat rutin.

Sedangkan kuning atau waspada, terjadi fluktuasi, tim teknis mulai turun ke lapangan untuk pemantauan ketat.

Terakhir indikator merah atau risiko tinggi artinya terjadi kenaikan harga signifikan di atas 50 persen, sehingga membutuhkan analisis mendalam, validasi data, serta rekomendasi intervensi kebijakan yang terukur.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026