ANTARA dorong inovasi pangan lewat "Ragi Nusantara" - ANTARA News Bali
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar mengaku pihaknya berupaya menginspirasi dan mendorong inovasi bidang pangan melalui talkshow “Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan”.
"Bagi kami, bagi ANTARA sendiri, ketahanan pangan bukan sekedar isu ekonomi atau pertanian. Ketahanan pangan adalah isu strategis bangsa yang perlu terus dikawal melalui informasi yang akurat, berimbang dan mencerahkan," katanya di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan pihaknya ingin informasi mengenai riset pangan, inovasi teknologi, pengembangan bahan pangan lokal, keberhasilan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), serta kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan tidak berhenti menjadi pengetahuan semata, tapi juga menjadi pengetahuan publik yang dapat menginspirasi dan mendorong perubahan.
Pihaknya juga berperan dalam ekosistem komunikasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan publik guna mencapai ketahanan pangan sebagai sebuah benteng bagi masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa hal itu karena pemerintah membutuhkan riset dan inovasi, dunia usaha membutuhkan teknologi, dan masyarakat membutuhkan akses inovasi guna mengetahui terobosan-terobosan tersebut.
Oleh karena itu, ANTARA berupaya membangun optimisme terkait ketahanan pangan nasional dengan mengangkat berbagai praktik baik di daerah agar dapat menginspirasi secara nasional.
Dalam talkshow tersebut, dijelaskan tentang inovasi ragi tempe yang dikembangkan tim periset Universitas Indonesia (UI) melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Kemendiktisaintek dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani mengatakan pihaknya berharap para peneliti dapat mengambil inisiatif lebih lanjut untuk mengintegrasikan hasil riset yang sangat sederhana ini menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.
"Jadi, mengintegrasikan hasil riset yang sangat berharga ini ke dalam program-program strategis nasional, seperti ketahanan pangan dan sebagainya. Bayangkan dampaknya jika ragi unggul itu dikoneksikan dengan penurunan stunting, misalnya gitu ya dari Kementerian Kesehatan," kata Ahmad.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.