TNI AL harap kapal induk dilengkapi pesawat yang bisa take of vertikal

TNI AL harap kapal induk dilengkapi pesawat yang bisa take of vertikal
Kapal ini mampu untuk didaratkan dan melepaslandaskan pesawat tempur. Dulu (saat masih digunakan AL Italia) digunakan untuk Sea Harrier dan F35B ya

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berharap pihaknya bisa mendapatkan pesawat tempur yang memiliki kemampuan take of atau lepas landas secara vertikal untuk melengkapi kekuatan KRI Sriwijaya-100.

"Ya harapannya sih seperti itu. Kalau Angkatan Laut maunya seperti itu. Tapi tergantung kondisi anggaran dan lain-lain ya," kata Ali saat ditanya wartawan soal rencana mengincar pesawat tempur Harrier untuk kapal induk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Menurut Ali, landasan pesawat yang ada di deck KRI Sriwijaya-100 memungkinkan untuk dipakai pesawat tempur lepas landas.

Baca juga: KSAL jelaskan alasan di balik pemilihan nama KRI Sriwajaya

"Kapal ini mampu untuk didaratkan dan melepaslandaskan pesawat tempur. Dulu (saat masih digunakan AL Italia) digunakan untuk Sea Harrier dan F35B ya," kata Ali.

Kendati demikian, Ali menilai kehadiran pesawat tempur belum terlalu dibutuhkan karena kapal induk ini difokuskan untuk menjalankan misi kemanusiaan atau operasi militer selain perang (OMSP).

Ali lebih memfokuskan untuk menempatkan banyak helikopter dan pesawat tanpa awak atau drone di atas kapal.

Dengan demikian, helikopter yang ada di atas kapal induk bisa dikerahkan untuk membawa logistik dari kapal induk ke lokasi-lokasi bencana atau operasi OMSP lainnya.

"Semua jenis helikopter dan helikopter Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara bisa take off dan landing dari kapal ini," kata Ali.

Baca juga: Bendera Merah Putih akhirnya berkibar di kapal induk KRI Sriwijaya-100

Baca juga: PT PAL siapkan kemampuan memodernisasi kapal induk Giuseppe Garibaldi

Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.