Tim Riset UIN Walisongo gunakan cerita rakyat media mitigasi intoleransi

Tim Riset UIN Walisongo gunakan cerita rakyat media mitigasi intoleransi

Tim Riset UIN Walisongo gunakan cerita rakyat media mitigasi intoleransi

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:20 WIB

Image Print

Tim Riset Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melakukan penelitian penerapan cerita rakyat nusantara di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU 04 Kumpulrejo, Kabupaten Kendal. ANTARA/HO-UIN Walisongo Semarang

Semarang (ANTARA) - Tim Riset Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah melaksanakan uji coba terbatas penelitian dengan cerita rakyat nusantara sebagai media mitigasi intoleransi di kalangan siswa sekolah.

Profesor Doktor Syamsul Ma’rif, selaku ketua tim riset itu, di Semarang, Sabtu, menjelaskan program penelitian itu berjudul "Rekonstruksi Cerita Rakyat Nusantara sebagai Media Mitigasi Intoleransi Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia".

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 10–14 Agustus 2026 di MI NU 04 Kumpulrejo, Kabupaten Kendal, dengan melibatkan siswa kelas IV, V, dan VI sebagai peserta uji coba.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes awal kepada seluruh peserta untuk memperoleh gambaran awal mengenai pemahaman siswa terkait nilai-nilai toleransi, keberagaman, serta sikap dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat yang majemuk.

Setelah tes awal, siswa mengikuti proses implementasi media cerita rakyat nusantara yang telah direkonstruksi oleh tim peneliti.

Melalui cerita yang dekat dengan dunia anak, kata dia, siswa diajak mengenali keberagaman budaya nusantara, sekaligus memahami nilai-nilai saling menghargai, menghormati perbedaan, bekerja sama, empati, dan hidup berdampingan secara harmonis.

Ia mengatakan siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan membaca dan memahami cerita, kemudian terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan isi dan pesan cerita.

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan memahami alur dan tokoh, tetapi juga pada kemampuan siswa menangkap nilai-nilai toleransi yang terkandung dalam cerita dan menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, cerita rakyat ditempatkan tidak sekadar sebagai bahan bacaan, tetapi sebagai media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami keberagaman dan membangun sikap positif terhadap perbedaan.

Setelah seluruh rangkaian implementasi selesai, peserta mengikuti tes akhir untuk memperoleh gambaran pemahaman siswa setelah mendapatkan perlakuan melalui penggunaan media cerita rakyat nusantara.

"Data pre-test dan post-test selanjutnya menjadi salah satu bahan evaluasi bagi tim peneliti dalam melihat perubahan setelah implementasi media," katanya.

Tim peneliti juga melakukan pengamatan terhadap keterlibatan, respons, kemampuan membaca, memahami isi cerita, menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita selama kegiatan berlangsung.

Penelitian tersebut didukung oleh program MoRA AIR Funds Kementerian Agama Republik Indonesia–LPDP yang memberikan dukungan terhadap pengembangan riset inovatif dan implementatif di bidang pendidikan.

Kepala MI NU 04 Kumpulrejo Bahrul Ulum menyambut baik pelaksanaan uji coba dan penggunaan buku cerita rakyat yang dikembangkan oleh tim peneliti.

Ia menilai buku tersebut dapat diterima dengan baik oleh siswa dan mampu menarik perhatian mereka untuk membaca serta memahami isi cerita.

Menurut dia, respons siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa buku cerita yang digunakan tidak hanya dapat menjadi bahan bacaan, tetapi juga dapat membantu siswa memahami pesan yang disampaikan melalui cerita.

Baca juga: Saksi : Ajudan kumpulkan setoran untuk Fadia Arafiq

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.