Tekun Pelajari Bahasa Thai 4 Tahun, Gandhi Fernando Debut Sutradarai Series Thailand Badminton Boys

Tekun Pelajari Bahasa Thai 4 Tahun, Gandhi Fernando Debut Sutradarai Series Thailand Badminton Boys

Tak tanggung-tanggung, Gandhi dipercaya menjadi penulis sekaligus sutradara untuk series berbahasa Thai terbaru berjudul Badminton Boys (กัปตันครับ ผมจะจีบพี่).

Baca Juga: Gandeng Sutradara Achmad Romie, Gandhi Fernando Suguhkan Nilai Edukasi Lewat Film Iyus Jenius

​Langkah berani ini bermula dari rasa tertarik tanpa beban. Saat awal mempelajari bahasanya, Gandhi mengaku tak pernah memasang target muluk-muluk, melainkan sekadar mempersiapkan diri jika peluang kerja sama internasional itu benar-benar tiba.

​“Waktu mulai belajar bahasa Thai, sebenarnya aku belum yakin tujuanku mencapai industri hiburan di Thailand akan tercapai apa enggak. Aku cuma simply merasa tertarik dengan Thailand dan industri hiburannya. Kali aja beruntung bisa tembus pasar sana, nothing to lose-lah,” ujar Gandhi.

​Ia menambahkan, konsistensi dan jejaring yang dibangun secara perlahan menjadi kunci utama yang membukakan jalan kariernya di sana.

​“Aku dari awal enggak pernah tahu apakah belajar bahasa Thai ini nantinya benar-benar akan membawa aku ke industri hiburan Thailand atau enggak. Tapi aku pikir, kalau memang mau mencoba masuk ke sana, setidaknya aku harus mempersiapkan diri. Jadi aku jalanin aja pelan-pelan, belajar bahasanya, kenal lebih banyak orang, dan mulai cari peluang. Ternyata setelah hampir empat tahun, jalannya mulai terbuka satu per satu,” ungkapnya.

Baca Juga: Jadi Produser Film Anak Kunti, Gandhi Fernando Janji Tayang di 10 Negara

​Masuk ke ruang produksi profesional di Thailand menghadirkan tantangan tersendiri bagi Gandhi. Mengarahkan aktor dan berkoordinasi dengan kru lokal menuntut penguasaan istilah teknis serta komunikasi emosional yang jauh lebih dalam dibanding percakapan sehari-hari.

​“Kalau ngobrol sehari-hari mungkin masih bisa santai. Tapi ketika directing, aku harus bisa menjelaskan emosi karakter, blocking, tempo dialog, sampai detail adegan kepada aktor dan kru. Di situ aku baru benar-benar merasa bahwa semua waktu yang aku habiskan untuk belajar bahasa Thai ternyata ada gunanya,” katanya.

​Meski sudah memiliki rekam jejak panjang di industri perfilman Tanah Air, Gandhi tak sungkan merasa seperti seorang pemula kembali saat beradaptasi dengan ritme dan sistem kerja produksi di Thailand.

​“Aku masih terus belajar sampai sekarang. Masih banyak yang belum aku kuasai. Tapi justru menyenangkan ketika sesuatu yang dulu aku pelajari karena suka, sekarang menjadi bagian dari pekerjaan aku,” lanjutnya.

​“Walaupun aku sudah cukup lama bekerja di industri film Indonesia, ketika masuk ke industri Thailand rasanya aku kembali menjadi seorang pemula. Banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasikan lagi. Tapi justru itu yang membuat pengalaman ini menarik buat aku,” jelas Gandhi.

​Proyek debutnya, Badminton Boys, mengambil latar kehidupan dunia perkuliahan dan dinamika olahraga bulu tangkis. Series ini menyoroti lika-liku pertemuan dua mahasiswa yang berkembang menjadi rivalitas sengit di lapangan.

​Bagi Gandhi, kesempatan ini bukanlah puncak karier, melainkan pijakan awal untuk terus mengeksplorasi pasar internasional tanpa melupakan industri film Indonesia yang telah membesarkan namanya.

​“Aku percaya kita enggak selalu harus tahu hasil akhirnya ketika mulai belajar sesuatu. Kadang kita mulai karena memang suka dan konsisten menjalaninya. Beberapa tahun kemudian, ternyata hal itu bisa membawa kita ke tempat yang sebelumnya enggak pernah kita bayangkan,” ujar Gandhi.

​Series Thailand Badminton Boys karya Gandhi Fernando dijadwalkan tayang perdana mulai 10 Oktober 2026 mendatang melalui platform streaming iQIYI dan dirilis secara serentak di 190 negara.