Tangkap 20 Ular Sehari Pakai Tangan Kosong, Pria Ini Jadi Pahlawan
Jakarta -
Saat banjir di beberapa wilayah China surut dan rekonstruksi pascabencana dimulai, tugas yang sama mendesak dan berbahaya juga berlangsung. Penduduk di sekitar Kota Hengzhou, Nanning, harus menghadapi ancaman reptil.
Ketika tanggul waduk Liulan jebol akibat Topan Maysak, banjir menghancurkan peternakan ular di hilir desa Dengxu. Diperkirakan 800 hingga 900 ekor ular termasuk kobra, tikus raja, dan ular tikus tak berbisa, terlepas.
Setidaknya dua penduduk desa digigit ular. Seorang wanita paruh baya digigit kobra yang tersapu ke rumahnya. Ular tersebut menggigit lehernya dan ketika ia berusaha menariknya, ular itu menggigit lengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat jalan terputus banjir dan hanyutnya pasokan antivenom di klinik terdekat, ia gagal mencapai rumah sakit tepat waktu. Ia bertahan dua hari sebelum meninggal. Keesokan harinya, lansia bermarga Qin juga digigit, namun selamat setelah dilarikan ke rumah sakit dan mendapat antivenom.
Pihak desa membentuk patroli khusus, sementara beberapa regu penangkap ular resmi maupun sukarelawan ikut terjun. Pakar diturunkan untuk membantu penanganan gigitan ular di Hengzhou, sementara pasokan antivenom di rumah sakit setempat dilipatgandakan
Lepasnya ular menebar teror bagi penduduk, yang berhari-hari takut keluar malam. Pejabat merilis imbauan melalui pengumuman desa, WeChat, dan rumah ke rumah. Mereka mendesak warga menghindari aktivitas luar rumah pada malam hari, menjauhi area berumput, parit, dan genangan tempat ular mungkin bersembunyi.
Jagoan Pemburu Ular
Di antara pemburu ular, satu sukarelawan begitu menonjol yaitu Chen Peixin, pria 33 tahun dengan lebih dari 600.000 pengikut di medsos. Baginya, menangkap ular dengan tangan kosong sudah seperti memungut tali.
Chen menempuh lebih dari 1.000 kilometer dari rumahnya di Zhangzhou menuju Hengzhou. Ia menghabiskan sekitar dua minggu di sana, rata-rata menangkap 20 ular setiap harinya. "Ular tidak semengerikan yang dibayangkan banyak orang," katanya, dikutip detikINET dari China Daily, Kamis (20/8/2026).
"Setelah banjir, sebagian ular mati. Naluri pertama ular yang selamat adalah sembunyi untuk bertahan hidup," ujarnya. Sebagian besar hanya akan menyerang ketika merasa terancam.
"Saya belum pernah menangkap ular di tempat lain sebelumnya. Tapi ketika melihat apa yang terjadi, saya tidak bisa berdiam diri," sebutnya. Ia menawarkan bantuan lewat medsos dan mendapat respons luar biasa. Pada 11 Juli, ia dan seorang asisten menempuh perjalanan lebih dari 10 jam menuju Hengzhou.
Setibanya, ia langsung mencari ular. "Begitu sampai di sana, saya baru sadar seriusnya hal ini. Saya membulatkan tekad tangkap sebanyak-banyaknya," kisahnya.
Pekerjaan itu menguras tenaga. Berjalan mengarungi lumpur dengan sepatu bot, ia harus menyingkirkan banyak puing. Misinya sempat tersendat saat tangannya tertusuk dan terinfeksi. "Bakteri dari air banjir membuat tangan saya bengkak hingga tak bisa menekuk ibu jari. Mustahil menangkap ular dengan satu tangan," tuturnya.
Ia pulang untuk memulihkan diri. Para pengikutnya tak ingin misinya berhenti. Setelah Chen memastikan akan kembali, mereka menggalang 3.000 yuan sebagai biaya perjalanan.
Empat hari berselang, Chen kembali ke Yunbiao. Video kompilasi aksinya mendulang lebih dari 440.000 likes dan 40.000 komentar. "Ternyata menangkap ular semudah menangkap lele, tinggal pegang ekornya lalu goyangkan!" canda seorang netizen.
Tangkapan terbesar Chen adalah kobra 2,5 kilogram. Banyak netizen menyarankan Chen memakai sarung tangan, tapi Chen menegaskan tangan kosong sangat penting demi kecepatan. "Sarung tangan bikin licin kena lumpur, itu mengganggu kepekaan tangan," jelasnya.
Bagian paling berbahaya bukan saat menghadapi ular, melainkan penyergapan. Di satu momen saat mengejar kobra, ia dikejutkan dua kobra lain yang mendadak berdiri dan menatapnya. Beruntung mereka tak menyerang bersamaan. Chen berhasil menundukkan mereka. Baginya, bekal utama adalah waspada dan ketenangan pikiran.
Di Hengzhou, ia hanya sekali digigit oleh ular tikus tak berbisa. Chen menghabiskan sekitar 10 hari berburu ular di Hengzhou, pindah dari satu desa ke desa lain. Di sebuah sekolah, ia mengamankan sekitar 30 ular tikus. Secara keseluruhan, tangkapan kobranya jauh lebih banyak.
Sebelum pulang, Chen siaran langsung. Sejumlah warga datang membawa kado hingga spanduk terima kasih. "Warga desa sangat hangat. Itu membuat saya merasa sangat dihargai," katanya.
(fyk/fay)
TAGS
LIHAT LAINNYA