Tak Patah Semangat, Mantan Narapidana Ini Sukses Jualan Ayam Penyet
Jakarta -
Kisah mantan narapidana berhasil kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupannya kerap mencuri perhatian. Seperti mantan narapidana ini yang sukses jualan ayam penyet.
Makanan tak hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjuangan dan kesempatan kedua. Di balik sepiring hidangan sederhana, ada proses panjang yang jarang diketahui pelanggan.
Dilansir dari CNA Lifestyle, (7/8/2026), Shaly Farid merupakan mantan narapidana berusia 50 tahun. Ia memilih menekuni dunia kuliner untuk membangun kembali kehidupannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roziah Adon, sosok yang dianggap oleh Shaly memiliki andil besar dalam kehidupannya setelah bebas dari tahanan. Foto: CNA Lifestyle
Ia menjalani masa tahanan sejak usia 17 tahun dan menghabiskan sekitar separuh hidupnya di penjara. Setelah bebas pada Mei 2023, Shaly sempat bekerja di hotel dan restoran.
Namun, pekerjaannya tidak bertahan lama karena ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Pasangannya, Ayu Suparman, kemudian menyarankan Shaly buka usaha makanan.
Pada September 2024, Shaly membuka kedai nasi lemak bernama Parut di Amoy Street Food Centre, Singapura. Namun, bisnis tersebut justru membuatnya merugi sekitar Rp14 juta - Rp21 juta tiap bulannya.
"Saya memilih menjadi hawker, tetapi saya tidak tahu cara menjalankan bisnis," ungkapnya.
Untuk memperbaiki kemampuannya, Shaly mengikuti program magang sebagai hawker. Ia kemudian bertemu Roziah Adon, perempuan 66 tahun yang sudah 42 tahun berjualan nasi ayam penyet dan nasi ayam panggang.
Belajar menjadi pengusaha ayam penyet membuat Shaly Farid kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang jauh lebih baik. Foto: CNA Lifestyle
Pelatihan tersebut ternyata tidak hanya mengajarkan cara memasak. Roziah juga mengajari Shaly soal penyajian makanan, pemasok bahan, pemasaran, hingga cara menarik perhatian pelanggan.
Shaly juga harus terbiasa bekerja sejak dini hari. Ia belajar menyiapkan ayam, memasak nasi dan sup, hingga berdiri hampir tiga jam untuk menggoreng ayam.
Namun, perjalanan magang sempat mengalami masalah. Setelah tiga minggu, Shaly tiba-tiba meninggalkan tempat latihan karena merasa kewalahan dengan situasi kerja yang ramai.
Perjalanan panjang dialui Shaly sebelum ia benar-benar akhirnya dipercaya untuk menggunakan resep Roziah. Sampai akhirnya Shaly membuktikan kepada Roziah dirinya mampu menyajikan ayam penyet dengan sambal persis seperti resepnya.
Keyakinan Roziah akhirnya menjadi jalan pembuka untuk bisnis Shaly. Kini Shaly memiliki kedainya sendiri untuk menjalankan bisnis ayam penyet.
(dfl/adr)