Shin Tae-yong dan tugas menantang John Herdman - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - John Herdman dan Shin Tae-yong mungkin tak saling mengenal, tapi keduanya akan sangat mewarnai dinamika sepak bola nasional saat ini dan nanti. Apalagi Shin berkiprah kembali di Indonesia dengan melatih Persija.
Keduanya akan terus dibanding-bandingkan karena mereka pernah dan sedang menangani tim nasional sepak bola Indonesia. Shin mantan pelatih timnas, sedangkan Herdman pelatih timnas saat ini.
Mereka mungkin tidak masalah untuk dibanding-bandingkan dan bisa saja malah menjadikan hal itu sebagai motivasi tambahan untuk membentuk tim sepak bola yang kuat, solid dan efektif.
Shin bisa berusaha membuktikan bahwa pendekatannya dalam bersepak bola memang efektif dalam membentuk tim yang kuat dan berhasil.
Sedangkan Herdman bisa membuktikan bahwa dia akan seberhasil dengan sewaktu menangani Kanada. Herdman juga pernah menangani timnas U20 dan tim putri Selandia Baru.
Kompetisi di antara mereka akan turut merangsang peningkatan kualitas kompetisi, baik bagi Persija maupun timnas sepak bola Indonesia, atau bahkan Super League, selain juga menjadi magnet yang membuat publik kian tertarik pada sepak bola nasional.
Namun fokus akan lebih tersorot kepada Herdman, terutama dalam kaitan dengan kemampuannya memposisikan diri sebagai pelatih yang berkuasa besar atas pilihan-pilihannya, entah taktik atau pemilihan pemain.
Herdman memang gagal dalam Piala AFF, kompetisi yang bagi sebagian kalangan sangat penting, tapi dianggap tak begitu penting oleh sebagian kalangan lainnya.
Tetapi dia masih memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan kualitas sentuhan kepelatihannya pada turnamen-turnamen lain.
Salah satu yang akan menjadi perhatian adalah turnamen baru, FIFA ASEAN Cup, yang akan diadakan selama jeda dua pekan kompetisi liga di seluruh dunia.
Berbeda dengan Piala ASEAN yang dulu disebut Piala AFF, turnamen baru ini diorganisasikan oleh FIFA. Dengan status ini, para pelatih timnas di Asia Tenggara dapat memanggil pemain-pemain yang tengah memperkuat klub-klub di luar negeri.
Dalam konteks Indonesia, Herdman dapat memanggil para pemain Garuda yang tengah bersama klub-klub Eropa dan lainnya, termasuk bek tengah Jay Idzes, bek kiri Calvin Verdonk, serta duo kiper, Maarten Paes dan Emil Audero.
Jika kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, maka Herdman bisa membuat pencapaian spektakuler dalam turnamen yang akan diselenggarakan di Indonesia dari 23 September sampai dengan 3 Oktober 2026 itu.
Aktif pantau pemain
Piala FIFA ASEAN diadakan sekitar 20 hari setelah kickoff Super League pada 4 September, tepatnya setelah 28 pertandingan pertama Super League musim ini.
Seperti pada umumnya pelatih-pelatih nasional di mana pun, Herdman diharapkan memantau aktif 28 laga pertama Super League untuk melihat calon-calon pemain yang bisa dia ikutkan dalam edisi pertama turnamen FIFA di Asia Tenggara itu.
Herdman diharapkan bebas mencomot pemain mana pun yang ia suka dan sesuai dengan pendekatannya, termasuk pemain-pemain Persija asuhan Shin Tae-yong.
Herdman juga bisa memantau pemain-pemain timnas yang bermain di Eredivisie Belanda, Ligue 1 Prancis, Bundesliga Jerman, dan liga-liga luar negeri lain, di mana beberapa pemain Indonesia bermain di sana.
Eredivisie sudah kickoff sejak 15 Agustus, dan akan memasuki jeda internasional dari 21 September sampai dengan 9 Oktober.
Serie A di Italia akan kickoff pada 22 Agustus dan jeda dari 22 September sampai dengan 9 Oktober, sedangkan Bundesliga akan kickoff 29 Agustus dan jeda dari 22 September sampai 9 Oktober.
Jika Herdman memiliki otonomi besar untuk mencomot pemain sesuai dengan filosofi, pendekatan dan kebutuhan taktiknya, maka Indonesia bisa memiliki skuad yang bisa jauh lebih kuat. Setidaknya dibandingkan dengan skuad yang tampil dalam Piala ASEAN 2026.
Sayang, Herdman tak bisa menunjukkan kemampuannya dalam Asian Games 2026, kompetisi yang sejak 2002 selalu diikuti oleh tim U23 di Asia.
Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Komite Olimpiade Asia (OCA) menetapkan aturan baru bahwa hanya negara-negara yang lolos Piala Asia U-23 2026 yang boleh mengikuti Asian Games 2026.
Indonesia tidak lolos ke Piala Asia U-23 2026 karena finis di peringkat kedua fase grup di bawah Korea Selatan.
Tetapi dua tahun sebelumnya di Qatar, Garuda Muda lolos ke turnamen itu untuk mencapai prestasi tertinggi yang pernah dicapai Indonesia, dengan finis di peringkat keempat.
Sebelum Asian Games 2026, sepak bola selalu bisa diikuti oleh setiap negara yang hendak ambil bagian dalam perhelatan krida Asia ini.
Agar kian bergairah
Turnamen berikutnya yang akan menjadi pembuktian Herdman adalah Piala Asia 2027 di Arab Saudi, 7 Januari- 5 Februari.
Dalam turnamen yang diikuti 24 timnas di Asia itu, Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Laga pertama Indonesia akan berlangsung pada 11 Januari melawan Jepang, kemudian pada 16 Januari melawan Qatar, dan 20 Januari melawan Thailand.
Jika Indonesia lolos ke fase knockout, maka Herdman akan menyamai pencapaian Shin Tae-yong pada Piala Asia 2023 ketika untuk pertama kali Indonesia mencapai fase gugur Piala Asia.
Herdman meneken kontrak dua tahun sebagai pelatih kepala pada Desember 2025, dengan opsi perpanjangan dua tahun.
Jika perjalanannya mulus sehingga kontraknya diperpanjang dua tahun, maka Herdman berkesempatan memimpin Indonesia dalam Piala Asia U-23 2028 di Jepang.
Turnamen ini akan menjadi ajang kualifikasi Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun berbeda dengan Olimpiade 2024 yang diikuti 16 tim, maka Olimpiade 2028 hanya akan diikuti oleh 12 tim.
Semua turnamen di depan mata itu akan menjadi ajang pembuktian Herdman, dan suka atau tidak suka bakal menjadi panggung pembanding dengan pencapaian Shin Tae-yong.
Siapa pun tidak boleh marah oleh pembandingan ini, sebaliknya mesti memberi ruang kepada kedua pelatih untuk membuktikan diri sebagai orang-orang yang bisa membentuk tim yang lebih baik untuk membuat prestasi yang lebih baik pula, bagi timnya masing-masing.
Acuannya adalah demi kebaikan bersama, yakni untuk peningkatan kualitas timnas dan sepak bola Indonesia.
Kritik tetap harus ada, namun otoritas olahraga harus tetap berkepala dingin, netral, dan tak gampang terusik oleh pandangan atau bahkan spekulasi pengamat serta suara keras publik.
Memberi kepercayaan penuh kepada Herdman, dengan tak perlu sentimen kepada orang-orang seperti Shin Tae-yong dan apa pun yang melekat padanya, adalah cara terbaik untuk membuat iklim sepak bola nasional semakin sehat dan bergairah.
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.