MenkoPM: Melukis bisa menjadi kurikulum pokok penanggulangan bencana

MenkoPM: Melukis bisa menjadi kurikulum pokok penanggulangan bencana

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat (MenkoPM) Muhaimin Iskandar mengatakan melukis bisa menjadi standar terapi pemulihan psikologis korban bencana yang dijadikan kurikulum pokok dalam program penanggulangan bencana selain perbaikan fisik bangunan.

“Bahwa melukis bisa menjadi standar minimum untuk recovery psikologis anak-anak di daerah bencana, ini bisa menjadi model dan ini bisa menjadi anggaran wajib bagi pemerintah untuk menyiapkan ekspresi berkreasi dan seni bagi terapi awal penanggulangan bencana,” kata Muhaimin dalam acara Pameran Lukisan Bukit Mimpi program Ekraf Peduli, di Jakarta, Selasa.

Muhaimin mengatakan pemulihan psikologis melalui ekspresi kreasi seni bisa direkomendasikan untuk program pasca bencana dan perlu dimasukkan dalam anggaran pemerintah untuk standar terapi minimum.

Ia mengatakan, melukis bisa menjadi penyaluran ekspresi yang alami terutama bagi anak-anak korban bencana alam. Ia menyebut, hasil lukisan dari program pemulihan ini akan lebih memiliki jiwa dan menghasilkan gambar yang bercerita karena tertuang dari pengalaman yang tidak bisa digantikan bahkan oleh teknologi kecerdasan buatan.

Selain itu, lukisan bisa menghasilkan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat yang terdampak melalui apresiasi seperti pameran hingga pelelangan oleh komunitas atau kolektor seni. Ia juga mengatakan program pemulihan pasca bencana dengan melukis juga akan melahirkan seniman baru yang akan memperkaya talenta kreatif Indonesia.

“Nilai tambah yang luar biasa itu akan bermanfaat untuk apresiasi, terutama kepada potensi-potensi seni yang muncul, kemudian bisa tumbuh sekaligus punya nilai tambah ekonomi kreatif,” katanya.

Ia pun mengapresiasi program yang dijalankan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memberi ruang kepada anak-anak korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang menghasilkan karya lukis sebagai salah satu program pemulihan Rekon Rehab.

Ia mengatakan ekonomi kreatif saat ini memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional, diantaranya berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, penghasilan dari nilai tambah produk yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Muhaimin mengatakan pelaku ekonomi kreatif harus mendapatkan ruang untuk meningkatkan kapasitasnya dan mengembangkan potensi ekonomi baik dari seni maupun produk kreatif lainnya yang dapat membangkitkan perekonomian daerah, terutama daerah terdampak bencana termasuk Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Termasuk salah satunya misalnya di Aceh ini akan terus kita godog adalah bangkitnya kembali kopi Aceh yang sudah mendunia itu menjadi kebanggaan nasional kita. Kita akan terus melakukan pemulihan lingkungan hidup, pemulihan kehidupan kita secara ekonomi,” katanya.

Ia mengatakan potensi kreatif sebagai pemulihan ekonomi pasca bencana akan terwujud jika dibarengi dengan kolaborasi bersama semua pihak mulai dari tenaga pendidik di sekolah, pemerintah maupun seniman agar pejuang kreatif daerah percaya diri terhadap karya kreasinya bisa menjadi modal untuk berjaya di masa depan.

Baca juga: Menko PM: PNM Mekaar praktik baik pemberdayaan perempuan akar rumput

Baca juga: Mahasiswa diajak hadirkan solusi persoalan masyarakat saat KKN

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.