Sekda Jabar mewanti-wanti relawan bencana jangan hanya andalkan nekat - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mewanti-wanti seluruh relawan penanggulangan bencana agar tidak hanya mengandalkan keberanian semata, melainkan wajib membekali diri dengan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman kondisi lapangan.
Herman menilai kapasitas yang mumpuni sangat krusial agar aksi kemanusiaan di lokasi bencana yang dinamis dan berisiko tinggi dapat berjalan efektif tanpa membahayakan keselamatan diri relawan itu sendiri.
"Kita membutuhkan relawan. Tetapi kita membutuhkan relawan yang punya pengetahuan dan relawan yang punya pengalaman. Jangan sampai niatnya menolong, tetapi di lapangan justru relawan yang harus ditolong," ujar Herman di Bandung, Senin.
Selain keterampilan teknis seperti search and rescue (SAR), logistik, dan kesehatan, ia menekankan para relawan kebencanaan penting memiliki insting deteksi serta lapor dini atas potensi bahaya.
Ia juga mendorong relawan mengadopsi pendekatan ilmiah berbasis data serta melatih kelincahan merespons situasi berkonsep VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity).
"Jadi, volatility dijawab dengan vision. Uncertainty dijawab dengan understanding. Complexity dijawab dengan clarity. Dan ambiguity dijawab dengan agility. Relawan perlu jadi pribadi yang berbasis data dan berbasis ilmiah. Insyaallah, relawan akan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah," tuturnya.
Hal tersebut juga diungkapkan Herman saat membuka Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Bambu Dunia di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/9).
Ketua Pelaksana Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dede Koswara memaparkan, ajang peningkatan kapasitas dan simulasi lapangan yang berlangsung pada 11-13 September 2026 ini diikuti sebanyak 453 peserta.
Para peserta terdiri atas pelajar SMA/SMK serta komunitas kebencanaan se-Jawa Barat hingga perwakilan dari Palembang, dengan total keterlibatan mencapai 550 orang termasuk pendamping.
"Melalui rangkaian kegiatan tersebut kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membangun jejaring dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan," ujar Dede.
Ia berharap kegiatan ini dapat mencetak personel penanggulangan bencana di Jawa Barat yang tangguh, terampil, serta memiliki kesiapsiagaan tinggi saat menghadapi kedaruratan.
"Mari kita bersama-sama membangun relawan tangguh Jawa Barat yang siaga dan masyarakat yang berdaya menghadapi bencana," tuturnya.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.