Roberto Mancini Bidik Kemenangan di Laga Comeback Bersama Timnas Italia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4569389/original/026607400_1694247184-000_33UP7CF.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Roberto Mancini akan menandai periode keduanya sebagai pelatih Timnas Italia dengan menghadapi Belgia pada laga UEFA Nations League. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadio Olimpico, Sabtu (26/9) dini hari WIB.
Mancini kembali dipercaya menangani Azzurri setelah menggantikan Gennaro Gattuso. Kemenangan menjadi target utama untuk mengawali era baru sekaligus mengobati kekecewaan setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia.
Pelatih berusia 61 tahun itu memiliki catatan kuat pada periode pertamanya bersama Italia. Mancini membawa Azzurri menjuarai Piala Eropa sekaligus mencatat rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan.
Kini, Italia langsung menghadapi tantangan berat di Grup A1 yang juga dihuni Belgia, Prancis, dan Turki. Persiapan singkat membuat Mancini tidak memiliki banyak waktu untuk mematangkan tim, tetapi ia tetap menuntut respons cepat dari para pemainnya.
Mancini Ingin Italia Langsung Tancap Gas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594401/original/093835900_1633514042-7.jpg)
Perbesar
Mancini sebelumnya menangani Italia pada 2018 hingga 2023. Dalam periode tersebut, ia memimpin Azzurri meraih 38 kemenangan dari 58 pertandingan, disertai 12 hasil imbang dan delapan kekalahan.
Puncak kesuksesan Mancini terjadi ketika Italia menjuarai Piala Eropa lima tahun lalu. Azzurri mengalahkan Inggris melalui adu penalti pada partai final untuk mengangkat trofi bergengsi tersebut.
Mancini juga membawa Italia melewati 37 pertandingan tanpa kekalahan. Catatan itu sempat menjadi rekor Eropa sebelum akhirnya dilampaui Spanyol setelah kemenangan mereka atas Argentina di final Piala Dunia.
Kini, Mancini harus membangun kembali tim dengan tantangan berbeda. Ia menyadari waktu persiapan sangat terbatas sebelum menghadapi Belgia di pertandingan pertamanya setelah kembali ke kursi pelatih Azzurri.
"Bermain bagus sejak awal, sesuatu yang tidak mudah mengingat kami hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan pertandingan ini," ujar Mancini.
Kemenangan Jadi Obat untuk Azzurri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546399/original/090217900_1775295075-italia.jpg)
Perbesar
Italia memiliki target memperbaiki pencapaian mereka di UEFA Nations League. Azzurri sebelumnya dua kali finis di posisi ketiga, yakni pada edisi 2020-21 dan 2022-23.
Laga melawan Belgia menjadi ujian pertama bagi Mancini dalam periode keduanya. Hasil positif akan memberikan modal awal bagi Italia untuk menghadapi persaingan Grup A1 yang juga mempertemukan mereka dengan Prancis dan Turki.
"Seperti inilah sepak bola internasional. Kami harus bergerak cepat dan meraih hasil. Itulah satu-satunya obat bagi masalah yang kami hadapi," kata Mancini.
Mancini juga menargetkan Italia menembus babak empat besar Nations League. Ia mengakui persaingan di Grup A1 tidak akan mudah, tetapi tetap menyambut antusias kesempatan kembali memimpin Azzurri.
"Kami berharap bisa mencapai babak empat besar Nations League. Ini grup yang berat sehingga tidak akan mudah, tetapi kami akan berusaha. Saya tidak sabar mendengar lagu kebangsaan dikumandangkan," tegas Mancini.
Sumber: FotMob
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia