Riuh Mal Pasang Pagar Tinggi, Ini Alasannya

Riuh Mal Pasang Pagar Tinggi, Ini Alasannya

Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena sejumlah pusat perbelanjaan atau mal yang memasang pagar tinggi di area depan gedung belakangan ramai menjadi perbincangan di media sosial.Pemasangan pagar terlihat di sejumla...

Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena sejumlah pusat perbelanjaan atau mal yang memasang pagar tinggi di area depan gedung belakangan ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Pemasangan pagar terlihat di sejumlah mal di berbagai daerah, termasuk Mal Kota Kasablanka di Jakarta dan beberapa mal di bawah pengelolaan Pakuwon Group di Surabaya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan pemasangan pagar bertujuan menertibkan arus keluar masuk pengunjung pusat perbelanjaan. Menurutnya, jika area mal terbuka tanpa pagar, pengunjung dapat keluar masuk dari berbagai sisi yang berpotensi membahayakan lalu lintas di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," kata Alphonzus di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7), melansir Detik.

Ia menilai pemasangan pagar di mal bukanlah hal baru. Menurutnya, banyak pusat perbelanjaan yang telah memasang pagar sejak awal pembangunan.

Selain itu, pagar juga kerap dipasang pada mal yang berada di pusat kota atau menjadi titik demonstrasi. Karena itu, menurut Alphonzus, pagar besi sekaligus berfungsi sebagai batas pengaman bagi pengelola mal.

"Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu, apa ya, batas pengaman lah begitu, terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung," tuturnya.

Selain di Jakarta, pemasangan pagar tinggi juga dilakukan di sejumlah mal di Surabaya,
Jawa Timur. Mal-mal yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group, seperti Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall, sebelumnya juga telah memasang pagar tinggi.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons fenomena tersebut. Menurutnya, pemasangan pagar kemungkinan dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap situasi keamanan. Namun, ia berencana meminta pengelola mal untuk kembali membongkar pagar-pagar tersebut.

"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono di Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (31/7).

Demi memastikan keamanan Jakarta, Pramono mengaku terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum (APH).

"Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta," ungkapnya.

Terkait hal ini, kepolisian juga memastikan kondisi Jakarta masih relatif aman dan kondusif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih aman dan terkendali.

"Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan," ujar Budi.

Budi mengatakan pihaknya juga belum menerima surat pemberitahuan rencana aksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Namun demikian, Polda Metro melalui Direktorat Reserse Siber terus melakukan pemantauan konten-konten atau ajakan aksi Agustus.

(van/mik)

[Gambas:Video CNN]