Retno Marsudi: Air Bukan Isu Pelengkap, Kunci Capai Target Net Zero

Retno Marsudi: Air Bukan Isu Pelengkap, Kunci Capai Target Net Zero

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri RI sekaligus Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air, Retno Marsudi, mengingatkan bahwa isu air tidak boleh dipandang sebagai pelengkap dalam upaya men...

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri RI sekaligus Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air, Retno Marsudi, mengingatkan bahwa isu air tidak boleh dipandang sebagai pelengkap dalam upaya mencapai target emisi nol bersih (net zero emission).

Menurutnya, pembahasan mengenai transisi hijau selama ini terlalu terfokus pada energi, transportasi, dan industri, sementara persoalan air justru sering terabaikan.

β€œMungkin kalian bertanya-tanya, apa hubungan air dan net zero? Ketika membahas Net Zero, orang-orang terfokus pada energi, transportasi, dan industri. Namun, satu hal yang selalu dilupakan, yaitu air,” kata Retno saat berbicara dalam Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Retno menjelaskan, krisis air kini menjadi tantangan global yang semakin serius. Ia mengungkapkan lebih dari 2,2 miliar orang di dunia belum memiliki akses terhadap air minum layak, sekitar 3,5 miliar orang tidak memiliki akses sanitasi yang memadai, dan 4 miliar orang mengalami kelangkaan air.

Menurut Retno, terdapat tiga persoalan utama yang berkaitan dengan air, yakni banjir akibat kelebihan air, kekeringan karena kekurangan air, dan pencemaran kualitas air. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan, ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.

β€œSebanyak 72 persen air bersih yang diambil digunakan untuk pertanian. Jika air itu tercemar, maka makanan juga akan berubah. Ekonomi, kesehatan, bahkan pendidikan bisa berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan terhadap air bersih akan terus meningkat seiring bertambahnya populasi. Untuk menjalani kehidupan yang layak, setiap orang diperkirakan membutuhkan sekitar 4.000 liter air per hari, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Retno menilai upaya mengatasi persoalan tersebut harus dilakukan melalui dua langkah utama, yakni mempercepat aksi nyata dan memperkuat kerja sama berbagai pihak.

β€œUntuk masyarakat, untuk planet kita, dan untuk kemakmuran. Karena air adalah kehidupan. Tidak ada kehidupan tanpa air,” tuturnya.