Rahasia Dedi Mulyadi: Kendalikan Media Sendiri, 'Hemat Anggaran' Ala Gubernur Jabar

Rahasia Dedi Mulyadi: Kendalikan Media Sendiri, 'Hemat Anggaran' Ala Gubernur Jabar

Senin, 24 Agustus 2026, 11:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Mazdjo Pray mengungkap sejumlah keunggulan yang dimiliki Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang bisa menjadi modal politik penting menuju Pemilu 2029.

Kekuatan pertama adalah popularitas Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang tinggi, bahkan disebut mengalahkan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tercermin dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia (IPO).

"Kita lihat karakter politiknya ya. Dedi Mulyadi itu punya apa sih? KDM itu punya apa? Tentu yang pertama punya popularitas yang tinggi. Dibuktikan dengan surveinya SMRC dan IPO," ujar Mazdjo dalam kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Senin (24/8).

Selain itu, Dedi memiliki basis pemilih terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Barat, yang menjadi modal penting dalam kontestasi nasional. Gaya komunikasinya yang egaliter dan langsung kepada masyarakat juga dianggap sebagai kelebihan.

"Beda dengan Gubernur Jakarta mengurusi ibu kota Jakarta kerjanya banyak sekali, untuk elakukan hal seperti itu gak banyak waktu. Itu yang kelebihan daripada KDM," jelasnya.

Keunggulan lain yang menonjol adalah kemampuannya mengendalikan media sendiri. KDM dikenal piawai membuat konten, yang menurut Mazdjo sekaligus menjadi strategi hemat biaya kampanye.

"Bahkan itu jadi kebanggaan buat dia karena dia bilang bisa berhemat dengan cara dia ngonten itu," ujarnya.

Mazdjo menambahkan, Dedi kini dicitrakan sebagai pemimpin lapangan dan angka elektoralnya sudah menembus level nasional. 

Sebagai informasi, dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh  SMRC dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo.

Baca Juga: Tangis Bahagia di Tenda Pengungsian, Dedi Mulyadi Langsung Keluarkan Gepok Uang

Dalam simulasi semi terbuka SMRC, Dedi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo. 

Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas. Meski tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% vs 88,2%), tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul, yakni 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya