Kekeh Tolak Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Pemerintah: Aman Kita Lebih dari Cukup

Kekeh Tolak Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Pemerintah: Aman Kita Lebih dari Cukup

Senin, 24 Agustus 2026, 11:15 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah masih memastikan kebutuhan untuk masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada dalam kondisi aman, termasuk soal pangan.

Di tengah sejumlah negara yang menawarkan bantuan, pemerintah hingga kini tetap menolak bantuan asing dan menegaskan kebutuhan pangan di wilayah terdampak dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Menteri Koordinator Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta masyarakat NTT tidak mengkhawatirkan ketersediaan makanan. Menurutnya, pemerintah bersama lembaga terkait tengah mempercepat distribusi bantuan agar kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.

"Kita aman, nggak usah khawatir, beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak. Banyak. Makanan kita cukup, lebih dari cukup," kata Zulhas dalam keterangannya, dikutip Senin (24/8/2026).

Baca Juga: 'Semua Potong Gaji Sebulan', Zulhas Perintahkan Kader PAN Bantu Korban Gempa NTT

Zulhas mengatakan sejumlah pihak yang bertanggung jawab terhadap sektor pangan telah bergerak untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat. Ia memperkirakan distribusi pangan di NTT dapat merata dalam waktu satu hingga dua hari.

"Kita jamin soal pangan aman ya di NTT. Bulog, Bapanas bergerak cepat, soal waktu kapal saja, 1-2 hari semua akan rata insya Allah akan dapat," ujarnya.

Menurut Zulhas, tantangan utama berada pada wilayah yang sulit dijangkau. Kondisi geografis tertentu membuat proses pengiriman bantuan membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan daerah yang aksesnya lebih mudah.

"Kecuali memang yang tidak memungkinkan daerah itu dikunjungi. Ya kalau misalnya satu pulau, yang nggak mungkin kita bisa datang, nah itu ya. Tapi semua yang bisa dijangkau satu dua hari ini akan selesai," ucap dia.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu, 23 Agustus 2026, gempa bumi M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.286 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang harus mengungsi mencapai 161.084 jiwa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri