PVF jadi Kunci Rahasia Melahirkan Generasi Baru Pesepakbola Vietnam
Menariknya, PVF tidak menjadikan perolehan trofi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan akademi. Mereka justru menempatkan kemampuan melahirkan pemain untuk tim nasional sebagai pencapaian utama.
Tim analis PVF Vietnam, Nguyen Hoang Son, mengatakan filosofi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademinya.
"Saya rasa sulit untuk mengatakan bahwa pencapaian terbesar ini bukanlah piala atau semacamnya, karena pencapaian terbesar PVF sejak didirikan adalah pendirian akademi untuk menyediakan pemain bagi Vietnam, di level mana pun, tim nasional mana pun," ujar Nguyen Hoang Son di ASIOP Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Sabtu (22/8/26).
Menurutnya, setiap musim selalu ada pemain PVF yang mendapatkan kesempatan memperkuat berbagai kelompok usia tim nasional Vietnam. Hal tersebut menjadi indikator bahwa proses pembinaan yang mereka jalankan tidak berhenti pada kompetisi usia muda.
"Setiap tahun kita memiliki pencapaian besar yaitu pemain kita dipanggil ke tim nasional dan mengabdi kepada negara kita," katanya.
Model pembinaan tersebut ditopang fasilitas yang cukup lengkap. PVF memiliki dua lapangan sintetis, tiga lapangan rumput, serta satu stadion untuk menunjang aktivitas latihan dan pertandingan para pemain mudanya.
Pembinaan juga dilakukan secara bertahap melalui tujuh kelompok usia, mulai U-11 hingga U-19. Setelah melewati jenjang tersebut, pemain diarahkan untuk melanjutkan perkembangan menuju level semi-profesional.
Filosofi itu pula yang dibawa PVF ketika mengikuti Garuda International Cup (GIC) 2026. Mereka mengirimkan tim U-12 bukan semata-mata untuk mengejar gelar, melainkan mencari pengalaman bertanding di level internasional.
Nguyen Hoang Son menyebut GIC sebagai ruang penting bagi pemain muda untuk menghadapi lawan dengan karakter berbeda sekaligus mengenal budaya dari negara lain.
"Garuda International Cup, seperti yang kita ketahui, telah lama diselenggarakan selama bertahun-tahun. Dan itu adalah kompetisi yang bagus untuk anak-anak dari berbagai kelompok usia," ujarnya.
"Kami senang bahwa tahun ini kami mendapat undangan dari Garuda. Kami mengajak tim U-12 kami untuk menghadiri acara hebat ini untuk bertanding, bertukar perbedaan budaya, dan mengenal berbagai tempat di Asia Tenggara," sambungnya.
Pendekatan PVF memperlihatkan salah satu rahasia di balik perkembangan sepak bola Vietnam. Pemain muda tidak hanya didorong untuk menang, tetapi juga diberi ruang untuk bertanding, belajar, beradaptasi, dan menghadapi persaingan sejak usia dini.
Karena itu, PVF tidak memasang target berlebihan kepada para pemainnya di GIC 2026. Bagi Nguyen Hoang Son, tekanan untuk mengejar trofi justru bukan prioritas utama ketika pemain masih berada dalam tahap awal pembentukan karakter dan kemampuan.
"Untuk ambisi, saya tidak yakin karena di kelompok usia seperti ini, yang terpenting adalah anak-anak dapat bermain," tuturnya.
"Tujuan kami adalah bermain untuk mendapatkan persaingan yang sehat dengan tim-tim kuat. Kami tidak terlalu mempedulikan hadiah tertentu. Kami hanya bermain pertandingan demi pertandingan dan berusaha memberikan performa terbaik," pungkasnya.
Cara pandang tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan sepakbola Vietnam tidak hanya bertumpu pada hasil tim senior. Investasi terhadap pemain muda, kompetisi internasional, fasilitas, serta kesinambungan jenjang pembinaan menjadi bagian dari proses panjang untuk memastikan regenerasi terus berjalan.