PSI: Penanganan Pascabencana NTT Harus Jadi Prioritas Bersama

PSI: Penanganan Pascabencana NTT Harus Jadi Prioritas Bersama

Rabu, 23 September 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Direktorat Kebencanaan DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Norman Lianto menyerukan penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi prioritas bersama. Menurut politisi partai berlogo gajah itu, perhatian terhadap masyarakat tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat.

Baca Juga

“Penanganan pascabencana harus menjadi prioritas bersama. Setelah masa tanggap darurat, masyarakat masih menghadapi banyak kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, infrastruktur dasar, layanan publik, sampai pemulihan aktivitas ekonomi,” ujar Norman seperti dikutip Rabu 23 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Norman mengatakan, proses pemulihan pascabencana membutuhkan konsolidasi dan kerja bersama dari berbagai pihak. Menurut dia penanganan bencana tidak cukup hanya dengan memastikan bantuan tiba di lokasi, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan kehidupan secara bertahap dan aman.

Baca Juga

“Ini bukan soal siapa yang paling banyak hadir atau siapa yang paling cepat memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kekuatan yang ada dapat dikonsolidasikan untuk memastikan masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan dukungan dalam proses pemulihan,” kata Norman.

Lebih lanjut, Norman menilai perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana perlu dijaga hingga proses pemulihan berlangsung. Terlebih lagi ketika perhatian publik terhadap suatu bencana sudah mulai berkurang.

Baca Juga

“Harapannya, perhatian kita tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang. Justru ketika sorotan mulai beralih, proses pemulihan masyarakat harus tetap berjalan dan menjadi prioritas bersama,” ujar Norman.

Ia menambahkan, pemulihan pascabencana bukan hanya mengenai pembangunan kembali rumah atau fasilitas yang mengalami kerusakan. Pemulihan juga mencakup keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah dan fasilitas umum, tetapi kehidupan masyarakatnya,” kata Norman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Norman menegaskan seruan tersebut merupakan ajakan konsolidatif agar berbagai pihak terus memperkuat koordinasi dalam penanganan pascabencana di NTT.

Dia mengatakan, kunjungan langsung ke wilayah terdampak dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan.

Mendagri Tito Karnavian (kiri) dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan)

Pemerintah Kebut Rehab 4.992 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan progres penanganan pascabencana di tiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

VIVA.co.id

23 September 2026