Privasi Dibobol, Ariana Grande Seret Dua Hacker ke Pengadilan

Privasi Dibobol, Ariana Grande Seret Dua Hacker ke Pengadilan

Jakarta - Ariana Grande menuntut dua hacker yang diduga membobol akun pribadi milik para produser dan fotografer yang selama ini bekerja sama dengannya.Penyanyi 33 tahun ini menggugat terdakwa yang masih ...

Jakarta -

Ariana Grande menuntut dua hacker yang diduga membobol akun pribadi milik para produser dan fotografer yang selama ini bekerja sama dengannya.
Penyanyi 33 tahun ini menggugat terdakwa yang masih menggunakan identitas anonim (John Doe).

Dalam dokumen yang tersebar di media, Ariana menuduh keduanya telah meretas berbagai akun digital pribadi yang berujung pada pencurian, penyebaran, dan eksploitasi konten yang belum dirilis. Tindakan itu disebut melawan hukum dan sangat merugikan.

Menurut dokumen gugatan tersebut, kedua hacker diduga memperoleh lagu-lagu yang belum dirilis, rekaman audio, video, hingga foto-foto pribadi Ariana yang "tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi publik." Aksi mereka dinilai sebagai bentuk "pelanggaran privasi yang dilakukan dengan niat jahat."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir Page Six, dokumen juga menyebutkan bahwa file-file itu diduga dijual di dark web dengan nilai fantastis.

"Sepanjang 2023 saja, sebanyak 45 lagu Ariana Grande yang belum dirilis diretas, dicuri, dan dibocorkan oleh para tergugat. Sejak debut musiknya pada 2011, telah terjadi ratusan kebocoran serupa," demikian bunyi dokumen gugatan tersebut.

Insiden peretasan terbaru yang diduga melibatkan para terdakwa disebut terjadi pada 2024. Melalui gugatan ini, Ariana juga meminta kesempatan untuk mengungkap identitas asli para hacker tersebut.

Seorang sumber yang dekat dengan Ariana mengatakan kepada People bahwa gugatan ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang.

"Gugatan ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan terhadap tindakan serupa di masa mendatang."

Sumber tersebut menambahkan bahwa langkah hukum ini bukan hanya untuk melindungi Ariana, tetapi juga musisi lain yang pernah jadi korban pelanggaran privasi dan pencurian karya kreatif.

"Para seniman berhak menentukan bagaimana dan kapan karya mereka dibagikan kepada publik. Pencurian dan penyebaran karya kreatif secara melawan hukum telah merampas hak tersebut dan tidak boleh ditoleransi," tulis pihak Ariana dalam gugatannya.

(hst/hst)