Prabowo tegaskan Gontor tak boleh ikut politik praktis - ANTARA News Kalimantan Timur
Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik. Itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tetapi harus paham politik
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Gontor tidak boleh terlibat politik praktis demi menjaga nilai-nilai yang sudah mengakar pada pondok pesantren yang sudah berusia satu abad tersebut.
"Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik. Itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tetapi harus paham politik," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada resepsi kesyukuran 100 tahun pesantren tersebut di Ponorogo, Jawa Timur, dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.
Prabowo menggarisbawahi bahwa pesantren legendaris tersebut berkewajiban menjaga netralitas dengan menempatkan diri di atas seluruh kepentingan partisan.
"Gontor harus di atas segala golongan politik," ujarnya.
Meskipun harus bersikap independen dari kancah kekuasaan, Presiden menilai lembaga pendidikan Islam ini tetap memegang peran penting bagi kemajuan masyarakat.
Posisi berdiri di atas semua golongan tersebut dinilai memungkinkan Gontor untuk berkontribusi aktif di pelbagai sektor pembangunan nasional.
"Gontor tidak boleh ke mana-mana, tetapi harus ada di mana-mana," kata Prabowo.
Dalam ajang peringatan seabad pesantren itu, Prabowo turut mengapresiasi keberadaan Panca Jiwa Gontor sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.
Ia secara khusus menyebut lima nilai utama yang terkandung di dalamnya, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
Menurut Prabowo, prinsip dasar yang ditanamkan oleh pesantren tersebut sangat relevan untuk diterapkan secara luas dalam kehidupan berbangsa.
Prabowo menilai moto dan nilai keteladanan yang diajarkan di Gontor patut dijadikan rujukan moral di mana pun berada.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo tegaskan Gontor tak boleh ikut politik praktis
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.