Prabowo Pesan ke Santri Gontor: Jangan Mudah Percaya ‘Antek-Antek Asing’
Sabtu, 19 September 2026 - 14:10 WIB
VIVA –Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada para santri dan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut para santri dan santriwati sebagai generasi yang akan meneruskan perjuangan dan menjadi penerus bangsa.
Baca Juga
"Percaya, masa depan Indonesia baik. Masa depan Indonesia cerah dan kalian, santri-santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan mengambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita," kata Prabowo saat menghadiri acara syukuran 100 tahun Pondok Gontor, Sabtu, 19 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo juga mengimbau para santri dan santriwati agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang disebutnya sebagai 'antek-antek asing'.
Baca Juga
"Jangan percaya mereka-mereka yang saya katakan antek-antek asing. Jangan percaya mereka. Mereka punya uang, mereka bisa bayar buzzer, mereka bisa main di media sosial. Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di media sosial itu," kata dia lebih lanjut.
Prabowo menjelaskan alasan dirinya meminta para santri dan santriwati untuk berhati-hati terhadap pihak yang disebutnya sebagai "antek-antek asing". Menurut dia, pihak tersebut berupaya menurunkan semangat dan kepercayaan diri masyarakat.
Baca Juga
"Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Mereka ingin kita lemah. Mereka ingin kita tetap miskin. Mereka ingin kita menjadi budak mereka selamanya," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada bangsa lain dan harus mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.
"Kita tidak mau menjadi budak bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,"ujar Prabowo.
Prabowo Heran Ada Profesor yang Bela Kepentingan Asing: Pemimpin Indonesia Harus Pintar
Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal adanya orang yang memiliki gelar profesor di Indonesia yang membela kepentingan asing ketimbang negaranya asalnya.
VIVA.co.id
19 September 2026