Prabowo: Keuntungan BUMN digunakan untuk percepat hilirisasi

Prabowo: Keuntungan BUMN digunakan untuk percepat hilirisasi

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan peningkatan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dimanfaatkan untuk mempercepat program hilirisasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Presiden Prabowo mengatakan keuntungan BUMN tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai proyek hilirisasi strategis.

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Prabowo: Dividen BUMN 2025 naik 67 persen jadi Rp142,3 triliun

Menurut Prabowo, pemerintah bersama Danantara telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek hilirisasi lainnya kembali dimulai pada 29 April 2026.

Ia menyebut sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium.

Berbagai proyek tersebut, kata Prabowo, akan memberikan dampak terhadap perekonomian melalui penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Pemerintah juga mulai mengembangkan sejumlah proyek waste to energy sebagai bagian dari upaya hilirisasi.

"Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminium ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai," jelasnya.

Baca juga: Prabowo laporkan restrukturisasi BUMN berhasil menghemat Rp50 triliun

Selain itu, Presiden mengatakan keuntungan BUMN juga digunakan untuk mendorong strategi upstreaming. Pemerintah melalui Danantara Indonesia akan mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk memperoleh teknologi, kemampuan manajemen, serta akses pasar.

Menurut Prabowo, strategi tersebut penting agar Indonesia tidak hanya mengolah sumber daya alam di dalam negeri, tetapi juga memiliki teknologi dan jaringan pasar yang dapat memperkuat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok dunia.

"Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia," imbuh Presiden Prabowo.

Baca juga: Prabowo apresiasi kinerja Danantara, janjikan pimpinan dapat bintang kehormatan

Baca juga: Anggota DPR: Danantara bisa jadi penggerak pertumbuhan ekonomi

Baca juga: IHSG menguat, Pengamat nilai pidato Presiden pacu minat beli investor

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.