Polri buka penerimaan siswa SMA KTB angkatan ketiga - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka penerimaan siswa baru Sekolah Menengah Atas Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) angkatan ketiga tahun ajaran 2027–2028, yang dimulai dari tanggal 28 September hingga 28 Oktober 2026.
Kepala Biro PID Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan peluncuran sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA KTB ini dihadiri langsung Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Deddy Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
"Pagi hari ini barusan kami melaksanakan launching sistem penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Proses penerimaan berlangsung selama satu bulan, dimulai dari hari ini, sampai tanggal 28 Oktober," katanya di Mabes Polri, Senin.
Kepala Biro Watpres SDM Polri Inspektur Jenderal Polisi Budhi Herdi Susianto menjelaskan tata laksana penerimaan murid baru SMA KTB untuk angkatan ketiga yang masih menggunakan metode yang sama pada angkatan pertama dan kedua.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu mengatakan SMA KTB sampai saat ini masih terus berlanjut, untuk angkatan pertama dan kedua saat ini sudah memasuki kelas X dan XI.
"SMA KTB secara resmi sudah mendapatkan sertifikat IB World School (kurikulum internasional). Dengan sertifikat ini, kami membuka kembali penerimaan murid baru untuk angkatan ketiga yang akan masuk mulai tahun ajaran di 2027-2028," kata Budhi.
Untuk metode penerimaannya masih sama dengan angkatan sebelumnya, yakni mempersyaratkan lulusan SMP dengan nilai rapor semester I sampai IV rata-rata 80 untuk tiga mata pelajaran, yakni matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.
Pelaksanaan seleksi, kata dia, dilakukan sebanyak tiga tahap. Pertama, di tingkat daerah atau di tingkat kabupaten yang dilaksanakan secara daring.
"Untuk tahap pertama ini tesnya berupa TPA (tes potensi akademik-red)," terangnya.
Dari hasil tes TPA ini, selanjutnya disaring sebesar 20 persen untuk mengikuti tes tingkat daerah yang menggunakan NST mata pelajaran.
Kemudian, dari tes daerah akan diambil sebanyak 300 orang untuk mengikuti tes di tingkat pusat.
"Pada akhirnya dari 300 orang ini akan menerima siswa sebanyak 180 orang untuk angkatan ketiga. Jumlah ini sama dengan angkatan yang kedua," ujarnya.
Budhi menekankan seluruh proses penerimaan siswa berlangsung gratis. Untuk 180 siswa yang lolos seleksi angkatan ketiga akan mengikuti pendidikan bebas biaya, atau beasiswa penuh.
"Selama pendaftaran tidak dipungut biaya, pendaftaran dilaksanakan secara online. Selama mengikuti pendidikan dari kelas satu sampai kelas tiga juga full beasiswa dengan sistem boarding (asrama)," katanya.
SMA KTB berada di kawasan Gunung Sindur, Jawa Barat, sebagai sekolah berasrama dengan kurikulum Internasional Baccalaureate (IB).
Konsep pendidikan yang digunakan tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga mengembangkan potensi siswa secara holistik, baik intelektual, sosial maupun emosional dengan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan.
Pada tahun ajaran 2025, jumlah calon siswa yang mendaftar secara daring mencapai 11.765 orang yang berasal dari 38 provinsi. Pendaftaran secara daring ini melalui sistem blind admission yang menjamin kesempatan setara bagi anak berprestasi.
Meski baru satu tahun berjalan, SMA KTB telah menoreh prestasi di tingkat nasional, termasuk di bidang olahraga basket, yang menegaskan komitmen Polri menghadirkan pendidikan unggulan yang menyeluruh.
Bahkan baru-baru ini SMA KTB menerbitkan dua bulan karya siswa kelas XI yang dikembangkan dari tugas pembelajaran melalui proses penulisan hingga penyuntingan selama sekitar sembilan bulan.
Sekolah tersebut juga memiliki fasilitas berstandar internasional. Para tenaga pendidik pun dipilih dari lulusan universitas terbaik nasional dan internasional, berpengalaman mengajar di sekolah global, serta berkomitmen mendidik generasi penerus dengan kualitas terbaik.
Melalui SMA KTB, Polri berharap dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya siap menjadi calon pemimpin bangsa 30 tahun mendatang, tetapi juga berperan aktif membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.