Polresta Samarinda nyatakan hasil olah TKP tidak temukan tanda kekerasan jasad ASN - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menyatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AD (33) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya diΒ Jalan Kedondong Dalam Tiga, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (27/7).
Kapolresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Hendri Umar di Samarinda, Kaltim, Rabu, mengungkapkan bahwa kepastian tersebut diperoleh setelah personel kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal fisik pada tubuh korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban," kata Kombes Pol Hendri Umar.
Peristiwa ini bermula ketika korban sempat mengeluhkan sakit maag kepada sang istri melalui sambungan telepon. Namun, saat dihubungi kembali keesokan harinya, korban sudah tidak memberikan respons atau jawaban.
Lantaran merasa khawatir, sang istri kemudian meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa kondisi suaminya di dalam kamar. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa respons, pemilik kos berinisiatif membuka jendela kamar dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke kepolisian.
Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, Tim Inafis Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Samarinda Ulu telah mengevakuasi jenazah ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan hingga kini proses penyelidikan masih terus berjalan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban, serta menunggu hasil pemeriksaan medis resmi yang dikeluarkan oleh tim dokter RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.