Khofifah tekankan persatuan mahasiswa AMN menuju Indonesia emas - ANTARA News Jawa Timur

Khofifah tekankan persatuan mahasiswa AMN menuju Indonesia emas - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya persatuan mahasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

"Lewat AMN ini kita berharap akan terbangun, mutual trust dan mutual respect diantara semuanya. Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke," ujar Khofifah saat menghadiri Simfoni Kebinekaan AMN Surabaya sekaligus Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 dan Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa AMN Surabaya di Surabaya, Sabtu.

Sebanyak 200 mahasiswa baru dikukuhkan sebagai penerima beasiswa AMN Surabaya yang tersebar di Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Veteran Jatim).

Masing-masing perguruan tinggi menerima 50 mahasiswa. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 305 mahasiswa angkatan pertama AMN Surabaya mengikuti wisuda perdana sejak asrama tersebut diresmikan pada 2022 oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo.

Khofifah mengatakan AMN Surabaya tidak hanya menjadi tempat tinggal dan pemberi bantuan pendidikan, tetapi juga ruang bagi mahasiswa dari berbagai suku, agama, daerah, dan latar belakang untuk membangun pemahaman kebangsaan.

"Kalangan muda dengan background intelektualitas yang luar biasa dididik, dibina, dibimbing dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguat pondasi untuk NKRI terutama menyambut Indonesia Emas 2045," ucapnya.

Ia mengingatkan para penerima beasiswa agar memandang kesempatan tersebut sebagai amanah yang harus dijawab melalui prestasi dan pengabdian kepada masyarakat.

"Untuk para penerima Beasiswa AMN, jangan memandang beasiswa sekadar sebagai bantuan. Melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi dan pengabdian. Bersama, kita akan terus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pesannya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ikatan Alumni (IKA) AMN Surabaya oleh Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Imam Sugianto.

"Di manapun kalian berada nanti, jadilah bagian dari agen perekat di tengah masyarakat. Ketika ada konflik, alumni AMN Surabaya harus menjadi yang pertama dalam menyelesaikannya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Badri Munir Sukoco mengingatkan mahasiswa baru dan wisudawan untuk terus belajar dan bertumbuh.

"Teruslah bertumbuh dan belajar. Jadilah bagian dari Indonesia yang semakin kuat dan berkarakter," katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.