Niat cari madu, Warga Tasikmalaya malah temukan tengkorak manusia di Perkebunan Bantarkalong - ANTARA News Jawa Barat

Niat cari madu, Warga Tasikmalaya malah temukan tengkorak manusia di Perkebunan Bantarkalong - ANTARA News Jawa Barat

Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Tasikmalaya melakukan penyelidikan terkait temuan tengkorak manusia di kawasan perkebunan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat untuk bisa mengidentifikasi identitasnya sekaligus mengetahui penyebab kematiannya.

"Masih dalam penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri saat dihubungi melalui telepon seluler di Tasikmalaya, Minggu.

Ia menuturkan, kepolisian mendapatkan laporan dari warga yang menemukan tengkorak diduga tengkorak manusia di area Blok Kebun Parunglutung, Kampung Kebonkai, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Tasikmalaya, Jumat (25/9).

Kepolisian, kata dia, kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara penemuan tengkorak tersebut, termasuk memintai sejumlah keterangan warga setempat untuk bisa mengidentifikasi tengkorak itu.

"Untuk itu melakukan penyelidikan di sekitar TKP, meminta keterangan dari beberapa saksi di sekitar TKP," katanya.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan diduga tengkorak manusia di area kebun yang awalnya ditemukan seorang warga saat mencari sarang lebah madu di kawasan itu.

Sejumlah warga bersama personel kepolisian berbondong-bondong menuju lokasi penemuan tengkorak berupa kepala dan beberapa tulang yang diduga bagian dari kerangka manusia.

Tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya mengamankan lokasi untuk memudahkan proses olah TKP yang selanjutnya tengkorak tersebut dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian sampai saat ini masih menunggu hasil identifikasi tulang tersebut, sambil menyebarkan informasi kepada masyarakat untuk segera lapor apabila ada anggota keluarganya yang hilang.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.