Polres Puncak siagakan personel usai amuk massa terkait dana desa - ANTARA News Papua Tengah

Polres Puncak siagakan personel usai amuk massa terkait dana desa - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Kepolisian Resor Puncak, Papua Tengah, menyiagakan puluhan personel untuk mengantisipasi meluasnya gangguan keamanan setelah terjadi amuk massa yang membakar sejumlah kantor pemerintahan di Ilaga, menyusul protes soal penyaluran dana desa tahap I tahun 2026, Selasa malam.

Kepala Polres Puncak Ajun Komisaris Besar Polisi Domingos De F. Ximenes dalam keterangan yang diterima di Nabire, Selasa, mengatakan puluhan personel dikerahkan untuk mengamankan situasi sekaligus mencegah gangguan keamanan meluas ke kawasan lain.

"Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan personel Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Kepolisian Sektor disiagakan di kawasan perempatan alun-alun, tepatnya di depan Markas Polsek Ilaga. Sementara personel Satgas ODC ditempatkan di Kotis.

Selain melakukan pengamanan, sekitar 40 personel yang dipimpin Kasat Sabhara bersama sejumlah tokoh masyarakat memberikan imbauan kepada massa agar membubarkan diri dan tidak melanjutkan aksi.

Kapolres mengatakan pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan.

"Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak dibakar massa. Titik api berada di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, DPRD, Disdukcapil, Kesbangpol, Dinas Sosial, dan Kantor Bagian Keuangan.

Satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar dalam kejadian tersebut.

Kapolres mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab terjadi aksi anarkis tersebut. Sebelum kejadian, diketahui sedang berlangsung penyaluran dana desa tahap I tahun 2026.

Sekitar pukul 17.40 WIT, sekelompok orang mendatangi Kantor Dinas PMK. Bupati Puncak Elvis Tabuni kemudian tiba di lokasi untuk menemui massa dan berupaya melakukan komunikasi.

Namun, sekitar pukul 18.45 WIT, situasi kembali memanas hingga massa melakukan pembakaran terhadap Kantor Dinas PMK.

Polres Puncak bersama jajaran dan unsur pengamanan terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah Ilaga untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.