Polres Magetan siagakan posko pemantauan karhutla lereng Gunung Lawu - ANTARA News Jawa Timur

Polres Magetan siagakan posko pemantauan karhutla lereng Gunung Lawu - ANTARA News Jawa Timur

Magetan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Magetan menyiagakan pos komando (posko) di wilayah Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur guna memantau kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu.

"Kita akan mendirikan posko untuk mengantisipasi dan memantau kebakaran hutan Gunung Lawu di wilayah Ngliliran, Kecamatan Panekan," ujar Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo di Magetan, Senin.

Posko tidak hanya untuk kalangan Polres Magetan, namun juga melibatkan lintas sektoral seperti petugas BPBD, TNI, Perhutani KPH Lawu dan sekitarnya, serta lainnya.

Ia mengatakan bahwa kebakaran hutan yang melanda kawasan hutan petak 50+A RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan wilayah KPH Lawu Ds sudah dapat dikendalikan. Meski begitu, sejumlah petugas gabungan masih disiagakan.

"Karena itu, kami mendirikan posko untuk memantau kebakaran yang masih mungkin terjadi," kata dia.

Polres Magetan juga melakukan koordinasi dengan Kepolisian Resor Ngawi, karena kebakaran hutan yang baru saja terjadi pada Senin pagi sangat berpotensi meluas ke wilayah Kabupaten Ngawi seiring mengikuti tiupan arah angin.

Ia menambahkan petugas gabungan dari Perhutani KPH Lawu Ds, Polres Magetan, dan TNI setempat juga membuat ilaran sebagai upaya mitigasi dan pemutus api apabila terjadi kebakaran hutan.

Selain pendirian posko, pihaknya bersama petugas gabungan lainnya juga memberikan sosialisasi dengan memasang sejumlah baliho di pos pendakian ataupun desa tepian hutan yang berisikan larangan bagi para warga atau pendaki untuk membuat perapian atau api unggun yang dapat memicu kebakaran hutan.

Sebagai langkah lanjutan, petugas juga melakukan patroli gabungan secara rutin selama musim kemarau. Patroli melibatkan jajaran Perhutani, Polres Magetan, Kodim 0804 Magetan, BPBD, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat tepian kawasan hutan.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.