PLN Bali kerahkan drone cegah gangguan jaringan listrik - ANTARA News Bali
Gianyar, Bali (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali memadukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dengan penggunaan teknologi drone untuk mendeteksi sekaligus menangani potensi gangguan jaringan listrik sebelum berdampak pada pelanggan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bakti PDKB TM Kolaborasi Squadrone UID Bali 2026 di wilayah kerja PLN UP3 Bali Timur, Gianyar, Selasa.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan kolaborasi PDKB dan Squadrone menjadi pendekatan terpadu dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik di Bali.
PDKB memungkinkan pemeliharaan dilakukan ketika jaringan masih bertegangan, sementara drone membantu petugas melakukan pemeriksaan jaringan dari udara.
“Dengan drone, kita dapat melakukan pengecekan secara preemtif dan preventif, termasuk pada kondisi geografis yang sulit dijangkau. Dengan begitu, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan dimitigasi sebelum berkembang menjadi gangguan,” ujar Ajrun.
Dalam kegiatan tersebut, PLN melibatkan 10 tim PDKB dengan 71 personel serta 13 tim Squadrone dengan 28 personel.
Tim PDKB bertugas menindaklanjuti kondisi komponen jaringan yang mengalami kerusakan maupun menunjukkan indikasi masalah berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
Sementara itu, Tim Squadrone melakukan inspeksi menggunakan drone pada lima penyulang yang memiliki indikasi membutuhkan perhatian lebih. Pemeriksaan tersebut mencakup 12 bagian jaringan dengan total panjang mencapai 20,4 kilometer.
Hasil inspeksi udara menjadi bahan bagi PLN untuk menentukan langkah pemeliharaan dan mitigasi yang diperlukan. Dengan metode tersebut, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal tanpa petugas harus terlebih dahulu mendatangi seluruh titik jaringan secara langsung.
Pada sisi lain, Tim PDKB melakukan pemeliharaan di 22 lokasi. Pekerjaan tersebut meliputi penggantian 50 isolator tumpu, sembilan arrester dan tiga jumper yang terindikasi mengalami masalah.
Seluruh pekerjaan PDKB dilakukan dengan tetap menjaga jaringan dalam kondisi beroperasi. Dengan demikian, pemeliharaan dapat dilakukan tanpa menyebabkan pemadaman listrik kepada pelanggan di wilayah terdampak pekerjaan.
Dari rangkaian pekerjaan tersebut, PLN memproyeksikan dapat mencegah potensi energi listrik tidak tersalurkan sebesar 71.402 kWh.
Angka tersebut diperkirakan setara dengan Rp93,39 juta potensi penjualan listrik yang dapat dipertahankan.
Ajrun menegaskan upaya menjaga keandalan jaringan harus selalu berjalan beriringan dengan keselamatan kerja. Menurutnya, pekerjaan PDKB memiliki tingkat risiko tinggi sehingga kesiapan personel, kompetensi dan sertifikasi, kondisi kesehatan, kelayakan peralatan, kepatuhan prosedur, serta kondisi cuaca dan lingkungan harus dipastikan sebelum pekerjaan dilakukan.
“Performance adalah dampak dari apa yang kita lakukan, tetapi safety tetap nomor satu. Jangan sampai target keandalan dicapai dengan mengorbankan keselamatan,” tegas Ajrun.
Melalui kolaborasi personel PDKB dan teknologi drone tersebut, PLN UID Bali terus memperkuat sistem pemeliharaan yang bersifat preemtif dan preventif.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keandalan jaringan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan perekonomian Bali tetap berjalan dengan dukungan pasokan listrik yang andal.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.