Pertamina selidiki penyebab antrean solar di SPBU Sumsel - ANTARA News Bengkulu
Palembang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan menelusuri penyebab antrean bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Selatan dengan menggandeng pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi di Palembang, Senjn, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab antrean, apakah disebabkan tingginya kebutuhan masyarakat atau adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.
"Pertamina Patra Niaga akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Sumsel dan menggandeng pihak kepolisian untuk mengecek kondisi di lapangan, terutama ke SPBU-SPBU yang mengalami antrean panjang. Karena, jika kelangkaan solar terjadi, pasti antrean solar subsidi akan terjadi di seluruh SPBU yang menyediakan solar," katanya.
Ia menjelaskan hasil penelusuran di lapangan akan menjadi dasar evaluasi dalam penyaluran solar subsidi sehingga distribusinya dapat lebih tepat sasaran.
Piihaknya juga akan mengidentifikasi kendaraan yang mengantre, termasuk memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan pengguna yang berhak menerima solar subsidi atau terdapat dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan.
"Terjadinya antrean memang harus ditelusuri lebih lanjut, apakah kendaraan yang antre tersebut memang pengguna solar atau penimbunan dan kepemilikan kendaraannya apakah pribadi atau perusahaan," jelasnya.
Pertamina telah menerapkan sistem pembelian solar subsidi menggunakan barcode yang disesuaikan dengan jenis kendaraan dan nomor polisi untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi.
Selain itu, pola konsumsi BBM juga menjadi salah satu indikator dalam pengawasan, seperti pada kendaraan roda enam memiliki kuota pembelian hingga 200 liter per hari, namun konsumsi tersebut harus sesuai dengan aktivitas operasional kendaraan.
Lalu, kendaraan pribadi diperbolehkan membeli solar subsidi hingga 60 liter dalam sekali pengisian. Apabila kendaraan yang sama mengantre setiap hari, maka penggunaan BBM tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.
Pihaknya memastikan pasokan solar subsidi di Sumatera Selatan hingga saat ini masih aman dan mencukupi sesuai kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar memperoleh informasi mengenai pasokan BBM dari kanal resmi Pertamina dan tidak mudah mempercayai isu kelangkaan yang beredar di media sosial.
Sebab, informasi yang tidak benar dapat memicu aksi pembelian berlebihanΒ sehingga stok solar subsidi di SPBU lebih cepat habis meskipun pasokan sebenarnya masih dalam kondisi aman.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.