Pertamina Patra Niaga percepat distribusi BBM ke Banda Neira - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus menjaga keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan, termasuk di Kecamatan Banda dan Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah.
Pertamina terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan, yang memiliki karakteristik geografis yang mengandalkan distribusi melalui jalur laut. Kelancaran penyaluran BBM bergantung pada kesiapan armada, aspek keselamatan pelayaran, serta kondisi cuaca yang mempengaruhi proses pelayaran, kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, a Ispiani Abbas.
“Saat ini Pertamina telah menyelesaikan proses pemuatan BBM ke kapal pengangkut yang akan melayani distribusi ke Banda Neira. Kapal direncanakan berangkat pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 03.00 WIT dan diperkirakan tiba di Banda Neira pada Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 05.00 WIT," katanya.
Proses distribusi membawa muatan 60 Kilo Liter BBM Pertamax dan tiga Kilo Liter BBM Dexlite, yang diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 25 hari,” katanya.
Namun demikian, keberangkatan kapal sempat menunggu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai bagian dari prosedur keselamatan pelayaran. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca di wilayah perairan Maluku, kapal akhirnya diberangkatkan pada Minggu, 26 Juli 2026 siang.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan pelayaran agar proses distribusi BBM ke Banda Neira dapat berlangsung secara aman dan lancar.
Pertamina terus berkoordinasi secara intensif dengan Pihak Syahbandar, operator transportasi, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, serta seluruh pihak terkait agar proses keberangkatan kapal dapat dilakukan segera setelah dinyatakan aman untuk berlayar.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyaluran BBM ke wilayah Kepulauan Banda. Mengingat distribusi dilakukan melalui jalur laut, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap pasokan dapat tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Ispiani.
Selain mempercepat penyaluran, Pertamina juga melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi stok di lembaga penyalur serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan keberlanjutan pasokan berikutnya sehingga kebutuhan BBM masyarakat Banda tetap terjaga.
Terkait informasi mengenai harga BBM di tingkat eceran, Pertamina menegaskan bahwa harga resmi BBM hanya berlaku di lembaga penyalur resmi Pertamina. Harga yang diberlakukan oleh pengecer berada di luar kewenangan Pertamina.
“Pertamina mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan energi secara bijak serta memanfaatkan lembaga penyalur resmi, sehingga distribusi dapat berlangsung secara lebih merata.” Ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina akan terus melakukan evaluasi pola penyaluran di wilayah kepulauan bersama seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan keandalan distribusi BBM kepada masyarakat.
“Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135,” kata Ispiani.
Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.