Influencer Finlandia Olivia Oras Meninggal Saat Dibius untuk Prosedur Kecantikan, Polisi Selidiki Klinik
AKURAT.CO Influencer asal Finlandia, Olivia Oras, 27 tahun, meninggal dunia setelah kehilangan kesadaran saat menjalani anestesi sebelum prosedur kecantikan di sebuah klinik kecantikan swasta di Helsinki. Peristiwa tersebut kini diselidiki kepolisian Finlandia sebagai dugaan tindak pidana yang menyebabkan kematian.
Oras kehilangan kesadaran saat mendapat anestesi pada 3 September 2026. Ia kemudian dilarikan ke Helsinki University Hospital (HUS), tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Laporan unit investigasi MOT milik penyiar nasional Finlandia Yle menyebut orang tua Oras, Reijo Oras dan Johanna Oras, telah mengonfirmasi kronologi tersebut. Keduanya mengatakan tim medis HUS telah melakukan segala upaya untuk menyelamatkan putri mereka.
Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Berat
Departemen Kepolisian Helsinki menerima permintaan resmi untuk melakukan penyelidikan pada 6 September, tiga hari setelah kematian Oras. Polisi kemudian membuka penyelidikan awal atas dugaan aggravated manslaughter, atau tindak pidana berat yang menyebabkan kematian.
Orang-orang terdekat Oras, termasuk kedua orang tuanya, disebut mengajukan laporan tersebut. Kepada MOT, orang tua Oras menyatakan mereka meyakini klinik tempat prosedur berlangsung bertanggung jawab atas kematian putri mereka.
Pemimpin penyelidikan, Juha Piippo, belum mengungkap siapa saja yang saat ini menjadi pihak yang diselidiki.
Menurut hukum Finlandia, tindak pidana berat yang menyebabkan kematian dapat dikenai hukuman penjara antara empat bulan hingga enam tahun.
Polisi menegaskan kasus tersebut masih berada pada tahap awal dan belum memberikan rincian lebih lanjut.
Olivia Oras Dikenal Sejak Remaja
Nama Olivia Oras mulai dikenal publik Finlandia ketika ia masih remaja. Pada usia 14 tahun, Oras membuat akun Instagram yang kemudian menarik ribuan pengikut.
Pada 2016, kisahnya menjadi sorotan melalui film dokumenter The Perfect Selfie yang mengikuti hubungan Oras dengan media sosial selama sekitar 18 bulan.
Setelah dokumenter tersebut dirilis, Oras menutup akun media sosialnya dan pindah ke Amsterdam pada 2017.
Ia kemudian kembali ke Helsinki. Dalam wawancara bersama ibunya yang diterbitkan Ilta-Sanomat pada 2024, Oras diketahui pernah menjalani program rehabilitasi selama sebulan pada 2022 terkait ketergantungan terhadap obat tidur dan alkohol.
Sempat Ungkap Kehidupan yang Lebih Bahagia
Pada Oktober 2024, Oras mengunggah pesan di Instagram untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-27. Dalam unggahan tersebut, ia menggambarkan satu tahun terakhir sebagai periode yang membawa perubahan besar dalam hidupnya.