Personel gabungan dikerahkan padamkan api di TNWK

Personel gabungan dikerahkan padamkan api di TNWK

Personel gabungan dikerahkan padamkan api di TNWK

Sabtu, 22 Agustus 2026 18:33 WIB

Image Print

Ilustrasi: Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (ANTARA/HO-Tangkapan layar)

Personel gabungan terus melakukan upaya pemadaman meski menghadapi medan yang tidak mudah dijangkau

Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengatakan bahwa sebanyak 29 personel gabungan dikerahkan guna memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.

"Personel gabungan terus melakukan upaya pemadaman meski menghadapi medan yang tidak mudah dijangkau," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan hingga kini personel masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan monitoring terhadap perkembangan api yang membakar kawasan Joaran Muklas dan Mbah Rabin, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Braja Harjosari dan Braja Yekti.

"Hingga Sabtu siang, api masih berkobar dan merembet dari lokasi awal Jati 3 Resort Kuala Penet menuju kawasan rawa Mbah Sapon. Kondisi medan menjadi salah satu kendala karena titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki,” kata Yuni.

Menurut Yuni, petugas harus berjalan kaki sekitar satu jam menuju titik kebakaran. Selain itu, tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi sehingga pemadaman sementara dilakukan menggunakan peralatan manual.

“Petugas menggunakan peralatan yang tersedia, seperti tangki semprot dan gepyok kayu. Upaya ini tetap dilakukan untuk mencegah api semakin meluas,” ujarnya.

Berdasarkan laporan di lapangan, sebanyak 29 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka terdiri dari 14 personel Polhut dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel Polsek Braja Selebah, serta lima personel TNI dari Koramil Way Jepara.

"Kebakaran yang berada di SPTN Wilayah III Kuala Penet tersebut diperkirakan telah membakar area seluas 673,4 hektare," kata dia

Yuni mengatakan, luas area yang terbakar masih berupa perkiraan berdasarkan pemantauan petugas di lapangan. Tim terus melakukan pemetaan sekaligus memantau arah pergerakan api.

“Angin kencang dan kondisi vegetasi kering menjadi tantangan dalam penanganan. Karena itu, petugas tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga mengantisipasi agar rambatan api tidak semakin meluas,” katanya.

Ia menambahkan, Polda Lampung bersama jajaran terkait akan terus berkoordinasi dengan pengelola TNWK dan TNI untuk memperkuat penanganan karhutla.

“Untuk penanganan lebih lanjut, saat ini juga dipersiapkan Alkon agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif, terutama pada titik yang sulit dijangkau secara manual,” kata dia.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.