Sebanyak 36 pelari kumpulkan dana amal untuk lingkungan dan sosial - ANTARA News Bali
Gianyar (ANTARA) - Sebanyak 36 pelari yang ikut ajang Maybank Marathon 2026 di Kabupaten Gianyar, Bali mengumpulkan dana amal untuk membantu program lingkungan hingga sosial.
“Dengan kesadaran tinggi mereka berminat daftar dan mau terlibat mengumpulkan amal,” kata Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska di Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu.
Ia menjelaskan para pelari tersebut bukan tokoh publik, namun pelari biasa yang hobi olahraga dan memiliki jiwa sosial tinggi.
Aksi amal itu dikumpulkan oleh 36 pelari tersebut hingga puncak ajang lomba lari pada Minggu (23/8).
Pihaknya telah menggandeng enam mitra yang merupakan lembaga swadaya masyarakat untuk menyalurkan kepada target sosial di sejumlah titik di tanah air.
Penyaluran diberikan misalnya untuk konservasi alam, untuk program anak-anak hingga termasuk untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus.
“Jadi dari awal mereka mendaftar ikut lari, mereka sudah menentukan akan disalurkan untuk segmentasi tertentu,” ucapnya.
Menurut dia, sejak program berlari sambil beramal yang dibuka pada 2024 telah menarik banyak minat dari pelari yang juga berjiwa sosial.
Pada 2024, sebanyak 23 pelari ikut ambil bagian untuk menggalang dana dengan mengumpulkan Rp478 juta. Kemudian pada 2025 sebanyak 28 pelari mengumpulkan dana sosial sebesar Rp725 juta dan pada 2026 terdaftar 36 orang pelari yang nilainya akan dikumpulkan hingga Minggu (23/8).
Ajang lomba lari maraton tahunan itu sudah memasuki tahun ke-15 yang diikuti sekitar 14.100 orang peserta dari 46 negara untuk berkompetisi pada kategori 10 kilometer, 21 kilometer, dan maraton 42 kilometer.
Kompetisi itu juga menghadirkan 11 pelari elite dari Kenya dan Ethiopia untuk menjaga kualitas persaingan dan memperkuat reputasi ajang lari internasional itu.
Pewarta: Redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.