Pendamping UMKM didorong beralih berbasis Ekosistem - ANTARA News Kalimantan Barat

Pendamping UMKM didorong beralih berbasis Ekosistem - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) menggelar Lokakarya Nasional Pendamping Koperasi dan UMKM 2026 yang mendorong perubahan pola pendampingan usaha dari berbasis program menjadi layanan berkelanjutan berbasis ekosistem.

"Hal ini penting dilakukan untuk memperkuat wirausaha muda, UMKM digital, dan koperasi," kata Ketua Umum Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Bahrul Ulum Ilham dalam kegiatan bertema "Rekonstruksi Peran BDS dalam Menguatkan Youthpreneur, UMKM Digital, dan Koperasi" yang resmi dibuka di Ruang Rapat Senat Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa.

Bahrul mengatakan istilah rekonstruksi dipilih karena selama ini layanan pendampingan bisnis UMKM cenderung tumbuh mengikuti siklus program pemerintah.

"Selama ini layanan pendampingan bisnis UMKM tumbuh menempel pada siklus program, hadir ketika anggaran tersedia dan surut ketika program usai," katanya.

Menurut dia, pola tersebut perlu diubah karena wirausaha muda, UMKM yang bertransformasi digital, dan koperasi membutuhkan pendampingan jangka panjang, berjenjang, dan terukur.

Lokakarya tersebut, kata Bahrul, menjadi ruang untuk merumuskan standar layanan minimum yang harus dimiliki pendamping, mekanisme penilaian dan sertifikasi kompetensi, serta model layanan yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ditempat yang sama Wakil Rektor II Universitas Tanjungpura M. Irfani Hendri mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk tidak menjadikan kampus sebagai menara gading.

"Kami harus hadir, berdampingan, dan menjadi bagian dari ekosistem yang setiap hari bergulat dengan persoalan riil usaha rakyat. Inilah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM Ginda P. Siregar menekankan pentingnya integrasi program pendampingan ke dalam ekosistem yang solid agar pelaku UMKM memperoleh dukungan secara berkelanjutan.

Ia mengatakan pelaku UMKM membutuhkan akses terhadap mentor, teknologi digital, dan pembiayaan yang terintegrasi melalui platform seperti Entrepreneur Hub untuk membantu usaha berkembang dan naik kelas.

Lokakarya tersebut menjadi pembuka rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026.

Rangkaian kegiatan diikuti melalui dua sesi pleno yang membahas ekosistem pendampingan berkelanjutan serta sinergi pendampingan koperasi dan UMKM lintas sektor, termasuk peluang pengembangan usaha di wilayah perbatasan.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional DPN ABDSI periode 2026–2030 serta Ekspo Wirausaha dan UMKM yang dibuka bagi peserta dan masyarakat umum.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.