Pencari Bakat Model asal Prancis yang Disebut Dua Ribu Kali dalam Dokumen Epstein Ditemukan Tewas di Apartemen Paris

Pencari Bakat Model asal Prancis yang Disebut Dua Ribu Kali dalam Dokumen Epstein Ditemukan Tewas di Apartemen Paris

Namun, pengacara Siad, Menya Arab-Tigrine, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa kliennya meninggal akibat serangan jantung."Meski dia meninggal karena serangan jantung, penantian yang tak tertahankan, stigm...

Namun, pengacara Siad, Menya Arab-Tigrine, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa kliennya meninggal akibat serangan jantung.

"Meski dia meninggal karena serangan jantung, penantian yang tak tertahankan, stigma yang ditimpakan kepadanya dan orang-orang yang dicintainya, serta tekanan dan kecemasan yang dia alami setiap hari, tidak diragukan lagi turut berperan," kata Arab-Tigrine.

Menurutnya, hasil autopsi perlu ditunggu untuk mengetahui apakah kondisi tubuh Siad semata-mata menyerah akibat serangan jantung atau ada faktor lain yang berkontribusi terhadap kematiannya.

Nama Daniel Siad Muncul Ribuan Kali dalam Berkas Epstein

Kematian Siad menjadi sorotan karena namanya disebut sekitar 2.000 kali dalam dokumen terkait Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat, menurut laporan Reuters.

Dalam salah satu email yang disebut dikirim Siad kepada Epstein, ia dilaporkan menulis bahwa dirinya berada di Barcelona dan menyebut ada sejumlah perempuan yang tinggal bersamanya.

"Saya sedang mencari tempat untuknya di sini dan Paris," demikian isi email yang dikutip dalam laporan tersebut.

Epstein kemudian disebut membalas singkat dengan meminta foto.

Dalam email lain yang berasal dari April 2009, Siad disebut mengirimkan foto seorang perempuan Slovakia berusia 17 tahun kepada Epstein ketika sedang mencari model di Bratislava.

Kemunculan nama Siad dalam dokumen tersebut menjadi perhatian di tengah penyelidikan yang lebih luas terhadap jaringan dan aktivitas yang berkaitan dengan Epstein.

Namun, kemunculan seseorang dalam dokumen Epstein tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana.

Puluhan Perempuan Muncul sebagai Korban atau Saksi

Jaksa Paris Laure Beccuau sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya 24 perempuan telah muncul sebagai korban atau saksi atas dugaan tindakan yang dilakukan Siad atau pihak lain.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah otoritas Prancis pada Februari memulai penyelidikan terkait dugaan perdagangan manusia dan penipuan.

Siad juga menjadi bagian dari penyelidikan aparat. Namun, menurut pengacaranya, penyidik tidak menemukan bukti yang cukup untuk melakukan penahanan segera terhadapnya.

"Jangan lupa bahwa dia tidak pernah dituntut dan tidak pernah secara resmi ditetapkan dalam proses hukum apa pun," kata Arab-Tigrine.

Ia menambahkan bahwa keluarga dan orang-orang terdekat Siad kini harus diberi ruang untuk berduka.

"Dia telah meninggal dunia, dan dia tidak bersalah," ujarnya.

Kematian Siad Terjadi di Tengah Sorotan Kasus Epstein

Jeffrey Epstein, miliarder Amerika Serikat yang menjadi pusat skandal perdagangan seks dan eksploitasi seksual, ditemukan meninggal dunia di dalam tahanan federal pada 2019. Kematian Epstein secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.

Sejak saat itu, berbagai dokumen yang berkaitan dengan Epstein terus menjadi perhatian publik. Nama sejumlah tokoh dan individu muncul dalam dokumen tersebut, tetapi penyebutan nama dalam berkas tidak otomatis berarti seseorang terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Epstein.

Sementara itu, aparat Prancis masih menyelidiki penyebab kematian Daniel Siad. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi terakhir model scout tersebut dan memastikan penyebab kematiannya.

Sumber: Foxnews