Pemprov sebut potensi gurita Papua diminati investor Jepang
Pemprov sebut potensi gurita Papua diminati investor Jepang
Rabu, 9 September 2026 14:08 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal bersama investor Jepang saat melakukan kunjungan ke salah satu lokasi gudang gurita yang ada di Papua, pada Rabu (2/9) (ANTARA/HO- Pemprov Papua)
Jayapura (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua menyebutkan potensi gurita dari Bumi Cenderawasih diminati para investor Jepang.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Selasa, mengatakan komoditas gurita di Papua memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan peluang besar bagi pasar ekspor.
“Pada Rabu (2/9) kami melakukan pertemuan dengan investor Jepang di Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura di mana ini merupakan potensi besar untuk Papua kembali melakukan ekspor hasil dari sektor kelautan,” katanya.
Menurut Iman, kunjungan investor ke Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi gurita yang selama ini belum tergarap optimal.
“Di kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian monitoring bersama investor asal Jepang, Kenji Kuzunoki, serta akademisi sekaligus mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah,” ujarnya.
Dia menjelaskan potensi gurita di Papua sebenarnya sudah ada, namun masih belum dimaksimalkan. Ini yang sedang didorong agar bisa menjadi komoditas unggulan baru yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.
“Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis, seperti Pasar Hamadi di Jayapura dan Pasar Bosnik di Biak Numfor. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan gurita telah dilakukan oleh masyarakat, namun masih memerlukan penguatan pada aspek penanganan, pengelompokan, dan pemasaran,” katanya lagi.
Oleh sebab itu pihaknya menilai pentingnya integrasi sistem dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penangkapan, pengumpulan, hingga distribusi dengan menjaga kualitas melalui sistem rantai dingin. Upaya ini akan dikoordinasikan melalui kelompok nelayan yang telah terbentuk.
Sementara itu Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran investor dan berharap kerja sama ini menjadi awal pengembangan industri perikanan berbasis hilirisasi di daerah.
“Selama ini hasil laut Biak masih banyak dikirim keluar daerah tanpa pengolahan maksimal. Dengan adanya investasi, diharapkan tercipta nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan tradisional,” katanya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026