Pemprov NTT mempercepat perbaikan infrastruktur terdampak gempa M7,7
Pemprov NTT mempercepat perbaikan infrastruktur terdampak gempa M7,7
Minggu, 23 Agustus 2026 10:35 WIB
Perbaikan jalan dan jembatan Dampek pada ruas Jalan Provinsi Reo–Dampek–Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, yang terdampak gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026. (ANTARA/HO-Humas Pemprov NTT)
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) terus berupaya mempercepat penanganan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, agar dapat kembali berfungsi secara normal.
Salah satu infrastruktur jalan yang terdampak cukup serius yakni jalan dan jembatan Dampek pada ruas Jalan Provinsi Reo-Dampek-Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Kerusakan berupa retakan pada oprit jembatan terjadi akibat bencana tektonik tersebut dan sempat mengganggu kelancaran akses masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Benyamin Nahak dalam keterangan resmi di Kupang, Minggu, menjelaskan bahwa penanganan kerusakan jalan dan jembatan Dampek telah dilakukan secara bersama-sama oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan Dinas PUPR Provinsi NTT.
Penanganan tersebut dilakukan dengan dukungan mitra kerja, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
“Perbaikan retakan oprit Jembatan Dampek sudah kita laksanakan. Saat ini pekerjaan terus dipercepat dan ditargetkan pada 23 Agustus 2026 besok, jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan umum,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari langkah cepat Gubernur NTT Melki Laka Lena yang terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh unsur terkait dalam penanganan dampak gempa Flores.
"Kami dapat arahan langsung dari Bapak Gubernur Melki Laka Lena setelah kemarin beliau bersama Wapres mengunjungi wilayah Dampek dan kami langsung segera menindaklanjuti arahan beliau," jelasnya.
Gubernur Melki juga terus mendorong agar penanganan tidak hanya berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memastikan infrastruktur vital segera dipulihkan.
"Jalan dan jembatan menjadi perhatian penting karena merupakan jalur utama mobilitas masyarakat sekaligus akses distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak," ujar Nahak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data jumlah korban gempa bumi di NTT hingga Sabtu (22/8) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 87 jiwa.
Rinciannya, di Kabupaten Manggarai 31 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 30 jiwa, Kabupaten Nagekeo 13 jiwa, Kabupaten Sikka 9 jiwa, Kabupaten Ngada 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa.
Sedangkan jumlah korban yang luka-luka mencapai 1.298 jiwa, dan sebanyak 2.969 unit rumah rusak akibat gempa tersebut.
Jumlah pengungsi terus bertambah lantaran gempa susulan masih kerap terjadi, dan kini melonjak menjadi 150.576 jiwa, dengan rincian di Kabupaten Manggarai 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa.
Hingga kini gempa susulan pascagempa M7,7 tercatat sebanyak 5.335 kali.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov NTT percepat perbaikan infrastruktur terdampak gempa M7,7
Pewarta : Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.