Pemkot perkuat masa transisi PAUD ke SD agar menyenangkan siswa

Pemkot perkuat masa transisi PAUD ke SD agar menyenangkan siswa

Pemkot perkuat masa transisi PAUD ke SD agar menyenangkan siswa

Selasa, 1 September 2026 21:01 WIB

Image Print

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berfoto bersama para penari kecil di Magelang, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah, mendorong penguatan masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian dari kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun..

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di Magelang, Selasa, menyampaikan perpindahan anak dari PAUD ke SD bukan sekadar pergantian jenjang pendidikan, melainkan proses berkelanjutan yang harus dipersiapkan sejak usia dini.

Karena itu, kata dia, kesiapan anak masuk SD tidak lagi diukur semata dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

"Anak juga perlu siap berinteraksi dengan lingkungan baru, mampu berkomunikasi dan bekerja sama, mengelola emosi, menyelesaikan masalah sederhana," kata Wali Kota Damar pada Sosialisasi Transisi PAUD ke SD di Gedung Wanita Magelang.

Ia menyampaikan rasa aman dan nyaman saat belajar sama pentingnya dengan kesiapan akademik anak.

Menurutnya, satu tahun pendidikan di jenjang PAUD tidak boleh dipandang sebagai tambahan waktu semata, melainkan bekal dasar bagi anak untuk melanjutkan proses pendidikannya ke jenjang berikutnya.

Ia menuturkan penting adanya sinergi antar-jenjang pendidikan agar proses belajar anak berjalan berkesinambungan sejak PAUD hingga pendidikan menengah, sesuai kerangka kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.

Damar pun meminta guru PAUD dan guru SD membangun komunikasi untuk memahami perkembangan anak, sekaligus melibatkan orang tua dalam proses transisi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho, menjelaskan sosialisasi ini diikuti oleh unsur pengawas pendidikan, kepala sekolah, dan guru PAUD/TK, guru SD kelas satu dan dua, organisasi mitra pendidikan, serta perwakilan orang tua.

"Kegiatan ini untuk menyatukan pemahaman bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat, terhadap pentingnya satu tahun PAUD sebelum anak memasuki SD," jelasnya.

Dengan demikian kesiapan anak memasuki SD melalui proses transisi yang menyenangkan serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan inklusif. Untuk informasi ada 125 PAUD dan 60 sekolah TK di Magelang.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.